DUMAI – Harapan masyarakat Kota Dumai untuk terbebas dari banjir kembali menguat setelah Pemerintah Kota (Pemko) Dumai menetapkan penanganan banjir sebagai salah satu prioritas pembangunan tahun 2026. Kebijakan tersebut disambut positif oleh warga yang selama ini harus menghadapi genangan air hampir setiap musim hujan.
Banjir masih menjadi persoalan yang berulang di sejumlah wilayah Kota Dumai. Tidak hanya merendam jalan dan permukiman, genangan air juga mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat. Kondisi ini membuat warga berharap adanya langkah nyata yang mampu memberikan solusi jangka panjang.
Salah seorang warga Dumai Timur, Rahmat (42), mengaku banjir telah menjadi masalah yang rutin di lingkungan tempat tinggalnya. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi selama beberapa jam, air mulai menggenangi jalan hingga memasuki halaman rumah warga.”Yang kami harapkan bukan hanya penanganan sementara, tetapi solusi yang bisa mengurangi banjir secara permanen. Karena hampir setiap tahun masalahnya selalu sama,” ujarnya.
Menurut warga, selain mengganggu mobilitas, banjir juga menyebabkan kerugian ekonomi. Aktivitas perdagangan menjadi terhambat, kendaraan sulit melintas, dan beberapa fasilitas umum tidak dapat digunakan secara optimal.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemko Dumai memasukkan program pengendalian banjir ke dalam agenda pembangunan tahun 2026. Upaya yang direncanakan meliputi perbaikan sistem drainase, normalisasi saluran air, serta penanganan kawasan yang selama ini menjadi titik rawan genangan.Pemerintah juga menilai bahwa penanganan banjir memerlukan dukungan masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran air yang dapat menyebabkan penyumbatan.
Pengamat perkotaan menilai bahwa permasalahan banjir di Dumai tidak hanya berkaitan dengan faktor cuaca, tetapi juga menyangkut tata ruang, pertumbuhan kawasan permukiman, dan kapasitas infrastruktur drainase yang perlu terus ditingkatkan.
Dengan masuknya penanganan banjir ke dalam prioritas pembangunan daerah, masyarakat berharap pemerintah dapat merealisasikan program tersebut secara bertahap dan berkelanjutan. Bagi warga, keberhasilan mengurangi banjir bukan hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang menghadirkan rasa aman dan kenyamanan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































