Yogyakarta – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta mengusulkan lima agenda strategis transformasi ekologi untuk mendukung pembangunan Kota Yogyakarta yang berkelanjutan dan berkeadaban. Usulan tersebut disampaikan melalui dokumen policy brief yang diserahkan kepada Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dalam kegiatan Open House Hari Ulang Tahun Pemerintah Kota Yogyakarta di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (10/6/2026).
Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta, Kurniawan Nur Razaq, mengatakan bahwa penyusunan dan penyerahan policy brief tersebut merupakan bentuk kontribusi intelektual HMI dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus memperkuat kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah.
“HMI memandang bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi dan organisasi kepemudaan. Karena itu, kami berupaya menghadirkan gagasan yang dapat menjadi masukan konstruktif bagi Pemerintah Kota Yogyakarta,” ujar Kurniawan.
Dokumen bertajuk Transformasi Ekologi Kota Yogyakarta Berbasis Kearifan Lokal: Perspektif Epistemologi Islam Menuju Pembangunan Kota Berkeadaban tersebut merupakan hasil elaborasi tema Latihan Kader II HMI Cabang Yogyakarta yang diterjemahkan ke dalam perspektif kebijakan publik.
Dalam kajian tersebut, HMI Cabang Yogyakarta menilai bahwa tantangan ekologis perkotaan tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan hidup, tetapi juga menyangkut perubahan sosial, budaya, dan pola hubungan masyarakat dengan alam. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembangunan yang mampu mengintegrasikan aspek lingkungan, budaya, pendidikan, dan partisipasi masyarakat.
Kurniawan menjelaskan bahwa Kota Yogyakarta memiliki modal sosial dan budaya yang kuat untuk mengembangkan model pembangunan ekologis berbasis kearifan lokal. Filosofi Memayu Hayuning Bawana, menurutnya, memiliki relevansi dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menekankan keseimbangan hubungan manusia, lingkungan, dan kehidupan sosial.
“Kami melihat bahwa nilai-nilai lokal yang dimiliki Yogyakarta dapat menjadi fondasi etis dalam pembangunan daerah. Transformasi ekologi bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga memperkuat karakter budaya dan kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Melalui policy brief tersebut, HMI Cabang Yogyakarta mengajukan lima rekomendasi kebijakan kepada Pemerintah Kota Yogyakarta, yakni penyusunan Roadmap Transformasi Ekologi Berbasis Kearifan Lokal, penguatan Gerakan Memayu Hayuning Bawana sebagai pendidikan ekologi kota, pengembangan Kampung Ekologi Berkeadaban, pembentukan Forum Ecological Governance Kota Yogyakarta, serta pengembangan Indeks Ketahanan Ekologi Berbasis Budaya.
Menurut HMI, rekomendasi tersebut dirancang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas, organisasi kepemudaan, pelaku budaya, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.
Kurniawan berharap gagasan yang ditawarkan tidak berhenti sebagai kajian akademik, tetapi dapat menjadi salah satu referensi dalam penyusunan dan penguatan kebijakan publik di Kota Yogyakarta.
“Kami ingin HMI hadir tidak hanya sebagai mitra kritis pemerintah, tetapi juga sebagai mitra intelektual dan mitra strategis yang mampu memberikan alternatif solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan Kota Yogyakarta yang berkeadaban dan berkelanjutan,” tuturnya.
Penyerahan policy brief tersebut menjadi bagian dari komitmen HMI Cabang Yogyakarta untuk menghubungkan hasil kaderisasi dan tradisi intelektual organisasi dengan kebutuhan pembangunan daerah. HMI berharap sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat dapat memperkuat upaya mewujudkan Kota Yogyakarta sebagai kota budaya, kota pendidikan, dan kota yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































