Sleman — Prestasi besar tidak lahir dari kecerdasan semata. Ia tumbuh dari ketekunan, keberanian menghadapi kegagalan, dan kemauan untuk terus belajar. Pesan itulah yang dibawa tiga alumni berprestasi MAN 1 Yogyakarta saat berbagi pengalaman dengan 42 peserta Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kota (OSNK) dalam Karantina OSN yang berlangsung di Wisma Wijaya 2, Kaliurang, Jumat (12/6/2026) malam.
Kegiatan bertajuk Motivasi Alumni Sesi 1 tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian karantina OSNK MAN 1 Yogyakarta yang digelar pada 12–14 Juni 2026. Tiga alumni yang hadir sebagai narasumber adalah Ahmad Fadhil, R.A. Luthfia Hapsari, dan Haka Aghitsna Ridloka. Ketiganya pernah merasakan perjalanan panjang sebagai peserta olimpiade hingga menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd. mengatakan bahwa kehadiran para alumni merupakan bagian dari strategi madrasah dalam membangun mental juara para peserta.
“Kami ingin peserta tidak hanya mendapatkan penguatan akademik, tetapi juga belajar langsung dari para alumni yang pernah berjuang di jalur yang sama. Mereka telah merasakan jatuh bangun dalam proses olimpiade dan berhasil membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, serta doa dapat mengantarkan seseorang meraih prestasi yang membanggakan,” tandas Edi.
Dalam sesi berbagi pengalaman, Haka Aghitsna Ridloka menjadi pembicara pertama yang menarik perhatian peserta. Alumni angkatan 2024 yang kini menempuh studi Akuntansi di Universitas Gadjah Mada itu pernah menjadi peserta OSN Ekonomi Nasional 2023 dan meraih predikat Absolute Winner KSM Ekonomi 2023. Di hadapan peserta, Haka mengungkapkan bahwa motivasi terbesarnya dahulu justru berasal dari kegagalan.
“Motivasi saya waktu itu adalah balas dendam karena gagal OSN saat SMP,” ujarnya.

Pengalaman tersebut menjadi titik balik yang membuatnya berlatih lebih keras dan lebih serius. Menurutnya, kegagalan bukan alasan untuk berhenti, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri.
Pembicara berikutnya, Ahmad Fadhil, alumni angkatan 2025 yang berhasil menembus OSN Geografi Nasional 2024 dan meraih medali emas KSM Geografi 2024, mengajak peserta untuk menemukan bidang yang benar-benar mereka cintai. Mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) UGM itu bercerita bahwa ketika memutuskan merantau dari Kebumen ke Yogyakarta untuk bersekolah di MAN 1 Yogyakarta, ia memiliki tekad untuk membawa pulang sesuatu yang berharga dari perjuangannya.
“Saya merasa sudah jauh-jauh datang ke sini. Saya harus membawa sesuatu. Karena itu saya mencari bidang yang benar-benar saya sukai dan saya nikmati untuk dipelajari,” ujarnya.
Ia membagikan berbagai strategi yang membantunya meraih prestasi. Selain memanfaatkan pembinaan dari madrasah, peserta perlu aktif mencari sumber belajar lain seperti komunitas olimpiade, blog edukasi, maupun bank soal daring.
Sementara itu, R.A. Luthfia Hapsari yang kini menempuh studi Geografi Lingkungan UGM membagikan kisah perjalanan olimpiadenya yang penuh eksplorasi. Peraih Juara III OSN Fisika tingkat provinsi tersebut mengaku telah mengikuti olimpiade sejak SD, sempat berhenti saat SMP, lalu kembali aktif ketika SMA. Menurut Luthfia, peserta olimpiade harus memiliki inisiatif belajar yang tinggi dan tidak hanya bergantung pada fasilitas yang tersedia di sekolah.
Di hadapan 42 peserta OSNK malam itu, para alumni tidak hanya berbagi kisah tentang medali, kompetisi, atau kampus impian. Mereka mewariskan sesuatu yang lebih berharga: keyakinan bahwa mimpi besar dapat dicapai oleh mereka yang memiliki keberanian untuk memulai, ketekunan untuk bertahan, dan mental juara untuk terus melangkah. (dee)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































