Purwosekar, Tajinan – Mahasiswa Program Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (PKM FEB UB) Desa Purwosekar yang dibimbing oleh Ibu Mirna Amirya, S.E., MSA., Ak., Ph.D. melaksanakan kegiatan penyuluhan biopori yang dilanjutkan dengan penanaman lubang biopori dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada tanggal 19 Juli – 22 Juli 2026. Kegiatan ini dilakukan di RT 16, RT 27, RT 28, dan RT 29 Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang sebagai upaya mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan melalui edukasi dan aksi nyata bersama masyarakat.
Program ini disusun berdasarkan hasil survei lapangan dan koordinasi bersama perangkat Desa Purwosekar. Dari hasil identifikasi, kebiasaan membakar sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, masih cukup sering dilakukan oleh sebagian masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa menghadirkan program penyuluhan dan penanaman biopori sebagai solusi sederhana untuk mengelola sampah organik menjadi kompos yang lebih bermanfaat.

RT 16, RT 27, RT 28, dan RT 29 dipilih sebagai lokasi pelaksanaan setelah berkoordinasi dengan perangkat desa dan masyarakat setempat. Ketiga RT tersebut dinilai memiliki lahan yang cukup luas, serta area pekarangan dan ruas jalan yang belum tertutup beton, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai lokasi penanaman biopori.
Kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai manfaat, fungsi, dan cara kerja lubang resapan biopori. Masyarakat diberikan pemahaman bahwa sampah organik, seperti daun kering dan sisa makanan, dapat dimanfaatkan menjadi kompos melalui biopori.
Setelah penyuluhan, seluruh 14 mahasiswa PKM FEB UB Desa Purwosekar melaksanakan penanaman sebanyak 13 lubang biopori di berbagai titik. Kegiatan ini turut didampingi oleh Kepala Dusun setempat, Bapak Sunardi.
Pada kegiatan yang sama, mahasiswa juga melaksanakan penanaman sekaligus pembagian Tanaman Obat Keluarga (TOGA) kepada 15 rumah warga. Tanaman yang dibagikan meliputi jahe, kunyit, kencur, daun sirih, dan serai yang dipilih karena mudah dibudidayakan serta memiliki manfaat bagi kesehatan dan kebutuhan sehari-hari.

Melalui pembagian TOGA, mahasiswa mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai ruang hijau yang produktif. Selain mempercantik lingkungan, tanaman tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional maupun bumbu dapur sehingga memberikan nilai tambah bagi keluarga.
“Desa Purwosekar merupakan desa yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah serta potensi besar di bidang pertanian. Melalui program ini, kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengelola sampah organik melalui biopori dan memanfaatkan pekarangan dengan menanam TOGA. Semoga kebiasaan baik ini dapat terus berlanjut meskipun kegiatan PKM telah selesai,” ujar Haidar Zulfadhli, Koordinator Kelompok PKM FEB UB Desa Purwosekar.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam membangun budaya peduli lingkungan di Desa Purwosekar. Dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh pihak turut menjadi faktor penting agar kebiasaan mengelola sampah organik serta memanfaatkan pekarangan dengan tanaman produktif dapat terus dijalankan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































