Kendal – Sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tahun 2026 menggagas program promosi objek wisata Tlogomili yang berlokasi di Desa Tlogopayung, Kabupaten Kendal. Program ini dijalankan oleh tiga mahasiswa, yaitu Natasya Satria Maharani, Muhammad Raihan Saputra, dan Niken Atindriya Pradana, sebagai bagian dari rangkaian program kerja pengabdian kepada masyarakat selama masa KKN berlangsung.
Tlogomili selama ini dikenal warga sekitar sebagai destinasi wisata alam dengan pemandangan asri dan suasana pedesaan yang menenangkan. Sayangnya, keindahan tersebut belum banyak diketahui masyarakat luas karena minimnya publikasi dan promosi, khususnya di ranah digital. Kondisi ini mendorong mahasiswa KKN UPGRIS untuk turun tangan membantu warga desa mengoptimalkan potensi wisata yang ada.
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa menyusun strategi promosi berbasis media sosial dengan memproduksi konten foto dan video yang menonjolkan keindahan alam Tlogomili. Selain itu, mereka juga menyusun narasi profil wisata yang informatif serta berkoordinasi secara intensif dengan pengelola wisata dan perangkat Desa Tlogopayung agar promosi dapat berjalan berkelanjutan setelah masa KKN berakhir.
“Kami berharap melalui langkah promosi digital ini, Tlogomili dapat lebih dikenal masyarakat luas, sehingga berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Hal ini tentu juga akan berdampak positif bagi perekonomian warga sekitar,” ujar salah satu mahasiswa KKN UPGRIS.
Kepala Desa Tlogopayung menyambut baik inisiatif yang dilakukan mahasiswa KKN UPGRIS 2026 tersebut. Ia menilai program ini merupakan langkah awal yang penting bagi pengembangan wisata desa secara lebih profesional dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara pihak kampus dan masyarakat desa dalam pengelolaan potensi wisata lokal.
Melalui program KKN ini, mahasiswa UPGRIS tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga turut berkontribusi nyata dalam mendorong kebangkitan potensi wisata desa yang selama ini belum tergarap secara maksimal. Diharapkan, upaya ini dapat menjadi contoh sinergi positif antara dunia pendidikan tinggi dan pemberdayaan masyarakat desa di berbagai daerah lainnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




































































