SEMARANG – Edamame selama ini lebih banyak dikenal sebagai komoditas pangan yang dijual dalam bentuk segar atau beku. Melihat peluang tersebut, empat mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) mengembangkan KODAM (Kreasi Olahan Edamame) untuk mengolah edamame lokal menjadi camilan dengan nilai tambah.
Usaha yang dirintis sejak April 2025 ini digawangi Vivian Tanaka sebagai CEO, Vicky Tanaka sebagai CFO, Amelia Salsabila Rahayu sebagai CMO, dan Nilla Sabilla Rahayu sebagai COO.
Vivian mengatakan, ide KODAM berawal dari keresahan tim terhadap pemanfaatan edamame Indonesia yang dinilai belum optimal. Menurutnya, komoditas tersebut masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan.
“Kami melihat edamame Indonesia memiliki potensi besar, tetapi masih banyak yang dijual sebagai komoditas mentah. Dari situ kami mencoba mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” kata Vivian.
Gunakan Teknologi untuk Perpanjang Daya Simpan
Dalam proses produksinya, KODAM menggunakan teknologi low-temperature dehydration. Metode ini digunakan untuk menghasilkan camilan edamame dengan tekstur renyah tanpa menggunakan bahan pengawet kimia.
Teknologi tersebut juga membuat produk lebih praktis dalam proses distribusi. KODAM tidak membutuhkan cold chain sehingga produk dapat dikirim ke berbagai daerah dengan lebih mudah.
Saat ini KODAM memiliki tiga varian produk, yakni Milk Chocolate Edamame, White Chocolate Edamame, dan Crispy/Cookies Edamame.
Produk tersebut menyasar konsumen berusia 15 hingga 25 tahun, terutama mahasiswa dan anak muda yang aktif menggunakan media sosial. Strategi pemasaran pun banyak dilakukan melalui kanal digital untuk menjangkau konsumen dari berbagai daerah.
Perkembangan KODAM semakin terlihat setelah tim mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Program tersebut memberikan pengalaman bagi tim dalam melakukan evaluasi produk sekaligus memperbaiki strategi pemasaran.
“Selama mengikuti P2MW, kami banyak mendapatkan pengalaman dan evaluasi. Peningkatan omzet menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki produk dan strategi pemasaran,” ujar Vivian.
Selain mengembangkan bisnis, KODAM juga telah mencatat sejumlah prestasi di tingkat nasional. Di antaranya Juara 3 Nasional EKKN Universitas Tidar, Juara 3 QRIS Jelajah Kuliner Indonesia, Top 5 Semifinalis Bizclash 3.0 2026, serta Juara 1 Pitch Deck Nasional Creanovative Udinus 2025 dan Juara 1 Kategori Kurasi Produk Creanovative Udinus 2026.
Saat ini, produk KODAM telah didistribusikan ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sumatera.
Ke depan, tim menargetkan penguatan pasar di Semarang dan memperluas distribusi ke Solo serta Yogyakarta. KODAM juga menyiapkan langkah pengembangan usaha melalui transformasi badan usaha menjadi perseroan terbatas (PT) dan pengurusan sertifikasi BPOM.
“Kami ingin KODAM terus berkembang menjadi camilan sehat berbasis edamame lokal yang bisa bersaing di pasar nasional,” pungkas Vivian.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































