Kejadian massal motor mogok kembali terjadi, kali ini di Tasikmalaya. Diduga hal itu terjadi karena BBM Pertalite bercampur air.
Awalnya, beberapa sepeda motor terpantau antre untuk mengisi BBM, sekitar pukul 08.00 WIB. Hal ini sempat memicu tanda tanya, mengingat sebelumnya pihak Pertamina menyatakan, menghentikan sementara penjualan pertalite di SPBU tersebut.
Menyikapi hal itu, agar tidak terjadi kesalahpahaman bagi beberapa orang. Maka, Sales Brand Manager Pertamina Tasikmalaya Faishal Fahd menegaskan bahwa penutupan sementara penjualan pertalite di SPBU tersebut masih berlaku. Karena, dugaan dari beberapa orang mengatakan bahwa SPBU Tasikmalaya tutup.
Penutupan sementara itu terjadi, karena sebuah keputusan yang diambil setelah ditemukan adanya kandungan air dalam tangki penyimpanan.
Yang dimana penutupan tersebut dilakukan setelah tim gabungan dari Pertamina, Kepolisian Resor (Polres) Tasikmalaya Kota, dan petugas bidang metrologi, melakukan pemeriksaan di lokasi, Senin 3 November 2025.
Sales Brand Manager Pertamina Tasikmalaya Faishal Fahd juga menjelaskan bahwa langkah itu diambil untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait gangguan mesin kendaraan setelah melakukan pengisian BBM di SPBU tersebut.
”Hari ini kami bersama pihak Polres Tasikmalaya Kota bagian reskrim dan bidang metrologi melakukan pengecekan terkait laporan masyarakat soal adanya kandungan air di SPBU Perintis. Hasil pengecekan menunjukkan, memang terdapat kandungan air pada BBM jenis pertalite,” ujar Faishal Fahd selaku Sales Brand Manager Pertamina Tasikmalaya.
Lalu, tindak lanjut yang diberikan ialah Pertamina menutup sementara penyaluran pertalite di SPBU tersebut. Dan tidak hanya itu saja, katanya, membuka posko pengaduan konsumen.
Faishal Fahd memastikan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkannya tidak ada unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut. Menurut dia, insiden ini terjadi akibat hujan deras yang menyebabkan malfungsi pada bagian penyimpanan BBM. Jadi hal itu terjadi tidak ada unsur kesengajaan. Kejadian hujan deras tersebut pada saat Sabtu 01 November 2025 malam hari.
Disisi lain, Faishal Fahd juga menanggapi munculnya antrean panjang dibeberapa SPBU lain daerah Tasikmalaya. Hal itu diduga berkaitan dengan perbedaan instalasi pipa antara dispenser motor dan mobil. Akan tetapi, dugaan itu masih dicek.
Namun, ketika petugas menemukan campuran air dalam tangka penyimpanan, pengelola SPBU langsung menghentikan penyaluran. Tidak hanya itu saja, pengelola SPBU juga melakukan pemeriksaan lanjutan.
Pihaknya pun meminta maaf kepada seluruh konsumen yang terdampak dan berkomitmen untuk menyelesaikan penggantian kerugian secara menyeluruh.
Ia juga menambahkan, bahwasannya sejauh ini belum ada data pasti mengenai seberapa besar kadar air yang tercampur dalam BBM tersebut.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































