Kuala Langsa, 13 Agustus 2025 – Kelompok 24 KKN IAIN Langsa 2025 melaksanakan kegiatan Workshop Orientasi Keluarga Sakinah dan Keluarga Pembaharu (Gaharu) pada Rabu, 13 Agustus 2025, pukul 09.00 – 12.00 WIB, bertempat di Kantor Desa Kuala, Kecamatan Langsa Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat Desa Kuala dan menghadirkan narasumber Dr. Muhammad Nasir, MA, seorang dosen Hukum Islam, akademisi, sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Ulama (DKU) MPU Aceh Tamiang.
Ketua Kelompok 24, Ahsanul Fahmi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pencerahan bagi masyarakat tentang pentingnya membangun keluarga sakinah sebagai basis ketahanan sosial dan spiritual umat. “Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat, dan bila keluarga kuat, maka masyarakat juga akan kuat. Orientasi keluarga sakinah ini menjadi salah satu ikhtiar kita untuk membumikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan rumah tangga,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Dr. Muhammad Nasir, MA menjelaskan bahwa konsep keluarga sakinah tidak hanya berlandaskan pada aspek lahiriah seperti pemenuhan ekonomi dan pendidikan, tetapi juga bertumpu pada nilai-nilai spiritual Islam sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 21, “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.”
Beliau juga memperkenalkan konsep Keluarga Pembaharu (Gaharu), yakni keluarga yang tidak hanya membangun keharmonisan internal, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan sosial di tengah masyarakat. Konsep ini erat kaitannya dengan teori sosiologi keluarga modern yang menyatakan bahwa keluarga berfungsi sebagai primary socialization agent, tempat nilai, etika, dan peradaban ditanamkan sejak dini.
Secara ilmiah, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keluarga yang harmonis berkontribusi langsung pada kesehatan mental, kestabilan emosi, hingga peningkatan prestasi anak-anak. Sementara dari perspektif Islam, keluarga yang berlandaskan sakinah, mawaddah, dan rahmah adalah kunci terwujudnya masyarakat yang berakhlak mulia (akhlaqul karimah).
Workshop ini menjadi penting karena tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga membekali masyarakat dengan strategi praktis, seperti komunikasi efektif suami-istri, pola asuh islami, hingga manajemen konflik dalam rumah tangga sesuai syariat Islam. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab. Warga Desa Kuala terlihat antusias menanyakan berbagai problematika rumah tangga yang sering mereka hadapi.
Workshop ini sekaligus berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-5 tentang kesetaraan gender dalam keluarga, poin ke-3 tentang kesehatan yang baik dan kesejahteraan, serta poin ke-16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dalam membangun keluarga sakinah sejalan dengan misi global dalam menciptakan masyarakat yang damai dan berkeadilan.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Kelompok 24 KKN IAIN Langsa berharap agar masyarakat Desa Kuala dapat semakin memahami pentingnya keluarga sakinah sekaligus menginternalisasikan peran sebagai keluarga pembaharu. Harapannya, keluarga-keluarga di Desa Kuala dapat menjadi benteng moral yang kokoh dan teladan dalam membangun masyarakat Islami yang berkemajuan.