PANGKALAN SUSU – Kemeriahan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) 2026 se-Kecamatan Pangkalan Susu sukses menyedot perhatian besar masyarakat luas. Rangkaian acara ini dimulai dengan perlombaan pada Minggu, 11 Januari 2026, yang diikuti ratusan peserta berbakat. Puncak acara kemudian dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026, bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Seluruh rangkaian kegiatan ini berpusat di Masjid Al Muttaqin, Alur Merbau, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pangkalan Susu. Momentum ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus ajang unjuk bakat bagi generasi muda islami di wilayah tersebut.
Berbagai cabang perlombaan bergengsi dihadirkan untuk menguji kemampuan para peserta didik tingkat SD hingga SMP. Cabang lomba tersebut meliputi Hifdzil Qur’an, Azan Subuh, Tartil Qur’an, serta cabang ceramah bertema Isra Mi’raj. Peserta lomba terdiri dari siswa-siswi sekolah umum dan santri dari berbagai pondok pesantren se-Kecamatan Pangkalan Susu. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, terbukti dengan banyaknya pendaftar yang memenuhi kuota di setiap kategori. Persaingan yang sehat antar peserta menciptakan suasana kompetisi yang sangat berkualitas sekaligus menginspirasi banyak orang.
Kesuksesan acara besar ini tidak terlepas dari kerja keras susunan kepanitiaan yang sangat solid dan terorganisir. Anara Pratama bertindak sebagai Ketua Panitia yang mengoordinasikan seluruh teknis pelaksanaan perlombaan di lapangan. Sementara itu, jabatan Ketua Umum dipegang oleh Adjie Satrio yang memimpin jalannya organisasi dengan penuh dedikasi. Peran krusial juga dimainkan oleh Ustadz Anggara Sinaga selaku Pembina Al-Muttaqin Youth sekaligus Koordinator Dewan Hakim. Kolaborasi antara tokoh muda dan bimbingan ulama ini menjadi kunci utama kelancaran acara hingga selesai.
Dalam laporan panitia, Anara Pratama mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya acara yang dirangkai dengan peringatan hari besar Islam. Beliau menyampaikan bahwa penggabungan lomba FASI dan Isra Mi’raj merupakan sebuah kolaborasi yang sangat apik. Semua pihak, mulai dari remaja masjid hingga tokoh masyarakat, turut memberikan dukungan penuh secara materiil maupun moril. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi yang kuat dapat mewujudkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Panitia merasa bangga melihat semangat para peserta yang berkompetisi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas islami.
Adjie Satrio selaku Ketua Al-Muttaqin Youth memberikan sambutan yang menyentuh pada momen peringatan Isra Mi’raj tersebut. Beliau menceritakan perjalanan transformasi remaja masjid Al Muttaqin yang sempat mengalami masa vakum beberapa waktu lalu. Kini, organisasi tersebut kembali eksis dan aktif dengan berbagai program kerja yang inovatif bagi pemuda setempat. Kebangkitan ini diakuinya tidak lepas dari bimbingan intensif yang diberikan oleh Ustadz Anggara Sinaga sebagai pembina. Transformasi ini diharapkan menjadi contoh bagi remaja masjid lainnya untuk terus berkontribusi bagi umat dan agama.
Pembina Al-Muttaqin Youth, Ustadz Anggara Sinaga, juga memberikan pesan yang sangat mendalam kepada seluruh peserta lomba. Beliau mengingatkan para pemenang agar tetap rendah hati dan tidak pernah berpuas diri atas pencapaiannya. Bagi para peserta yang belum berhasil, beliau berpesan agar jangan berkecil hati karena proses belajar masih panjang. Kekalahan dalam sebuah perlombaan merupakan motivasi untuk berlatih lebih keras lagi di masa yang akan datang. Beliau menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mencintai Al-Qur’an dan syiar Islam sejak dini.
Puncak peringatan Isra Mi’raj semakin istimewa dengan kehadiran penceramah kondang, Ustadz H. Irfan Yusuf, S. Pd. I. Tokoh yang akrab disapa Ustadz Rahul ini memberikan tausiyah yang sangat bermakna bagi jamaah yang hadir. Beliau mengupas sejarah perjalanan Rasulullah dan kaitannya dengan pembentukan karakter anak sholeh di zaman modern. Gaya penyampaiannya yang khas membuat para orang tua dan anak-anak menyimak dengan saksama hingga akhir sesi. Pesan-pesan agama yang disampaikan diharapkan mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kehadiran masyarakat pada malam puncak peringatan tersebut tampak membludak hingga ke halaman Masjid Al Muttaqin. Warga dari berbagai desa di Kecamatan Pangkalan Susu datang berbondong-bondong untuk menyaksikan pengumuman pemenang. Suasana haru dan bangga menyelimuti lokasi acara saat nama-nama juara mulai dibacakan oleh panitia. Meskipun jumlah massa sangat banyak, acara tetap berlangsung dengan tertib dan penuh dengan khidmat. Hal ini menunjukkan kerinduan masyarakat akan kegiatan keagamaan yang melibatkan anak-anak sebagai aktor utamanya.
Respon positif juga datang dari para orang tua dan guru yang mendampingi anak-anak mereka selama perlombaan. Mereka menyatakan sangat antusias dengan adanya FASI 2026 yang dinilai mampu mengasah mental keberanian anak. Harapan besar disampaikan oleh para tokoh masyarakat agar acara serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya. Kegiatan ini dianggap efektif dalam membentengi moral anak-anak dari pengaruh negatif perkembangan zaman yang semakin pesat. Masyarakat berharap dukungan pemerintah setempat juga semakin kuat untuk menyukseskan festival ini di masa depan.
Para juri bekerja ekstra keras dalam menentukan pemenang pada setiap cabang lomba yang sangat kompetitif. Koordinator Dewan Hakim, Ustadz Anggara Sinaga, menjamin bahwa penilaian dilakukan secara objektif dan sangat transparan. Setiap poin penilaian didasarkan pada standar kemampuan tajwid, kelancaran, irama, serta adab saat tampil di panggung. Transparansi ini sangat dihargai oleh para peserta sehingga tidak ada perselisihan yang terjadi setelah hasil diumumkan. Pengumuman pemenang menjadi momen yang paling mendebarkan sekaligus paling dinantikan oleh seluruh tamu undangan.
Sorak sorai kegembiraan pecah saat para pemenang naik ke atas panggung untuk menerima trofi dan piagam penghargaan. Hadiah tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mempelajari ilmu agama selama ini. Para pemenang dari cabang Hifdzil Qur’an dan Azan Subuh tampak meneteskan air mata bahagia saat didampingi orang tua mereka. Foto bersama para juara dan panitia menjadi penutup yang manis dalam dokumentasi kegiatan FASI tahun ini. Kebahagiaan tersebut menular kepada seluruh pengunjung yang memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk penghargaan.
Al-Muttaqin Youth membuktikan bahwa pemuda desa memiliki potensi besar dalam menyelenggarakan acara berskala kecamatan. Kesuksesan ini menjadi modal sosial yang penting bagi pengembangan kegiatan remaja masjid di wilayah Tanjung Pasir. Panitia berterima kasih kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan rezeki demi kelancaran hadiah dan operasional acara. Kerjasama ini diharapkan dapat terus berlanjut pada program-program pemberdayaan masyarakat islami lainnya. Keberhasilan FASI 2026 ini akan menjadi catatan sejarah penting bagi Masjid Al Muttaqin dan warga sekitarnya.
Selain perlombaan, sisi edukasi pada peringatan Isra Mi’raj juga memberikan dampak spiritual yang luas bagi jamaah. Ustadz Rahul dalam ceramahnya mengajak orang tua untuk lebih aktif mengawasi pendidikan agama anak di rumah. Beliau memuji inisiatif remaja masjid yang mau menyelenggarakan acara bermanfaat daripada sekadar berkumpul tanpa tujuan. Penekanan pada ibadah shalat lima waktu sebagai oleh-oleh perjalanan Rasulullah menjadi inti dari tausiyah tersebut. Ceramah yang segar namun mendalam ini menjadi penyejuk hati bagi seluruh warga yang hadir memadati masjid.
Meskipun acara berlangsung hingga larut malam, antusiasme warga tidak surut sampai sesi terakhir pengumuman. Panitia telah menyiapkan segala kebutuhan logistik termasuk pengaturan parkir dan keamanan secara mandiri. Kedisiplinan pengunjung dalam menjaga kebersihan masjid selama acara berlangsung juga patut mendapatkan apresiasi jempolan. Koordinasi antar lembaga di desa berjalan sangat harmonis demi menyambut para tamu dari luar desa. Hal ini membuktikan bahwa semangat gotong royong masih sangat kental di tengah masyarakat Pangkalan Susu.
Rangkaian acara FASI 2026 dan peringatan Isra Mi’raj ini akhirnya resmi ditutup dengan doa bersama. Ustadz Anggara Sinaga memimpin doa syukur atas kelancaran acara dan memohon keberkahan bagi seluruh masyarakat. Panitia berkomitmen untuk mengevaluasi kekurangan demi pelaksanaan festival yang lebih besar dan meriah tahun depan. Harapan agar lahir generasi emas yang hafal Al-Qur’an dan berakhlak mulia menjadi doa utama bagi semua. Selamat kepada para pemenang dan sampai jumpa pada Festival Anak Sholeh Indonesia di periode selanjutnya. (Fr)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































