1 November 2025 – Bengkulu — Rutan kelas IIB Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan pertanian produktif. Pada Sabtu (1/11), Rutan Bengkulu berhasil melakukan panen komoditas sayuran pakcoy dengan total hasil mencapai 150 kilogram. Panen tersebut merupakan hasil dari pengelolaan lahan pertanian yang dikerjakan langsung oleh para warga binaan sebagai bentuk kegiatan pembinaan kemandirian.
Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rafi Rizaldi menyampaikan bahwa panen kali ini bukan hanya menjadi bukti keberhasilan program pembinaan, tetapi juga wujud nyata kontribusi Rutan terhadap ketahanan pangan di lingkungan internal. Rafi juga mengatakan bahwa sebagian hasil panen dijual langsung kepada pegawai sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program pertanian warga binaan. Pendapatan dari penjualan ini nantinya akan digunakan untuk membeli bibit, pupuk, dan sarana pertanian lainnya agar program dapat terus berjalan secara mandiri. Sementara itu, bagian lain dari hasil panen dialokasikan untuk dapur rutan guna memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari warga binaan. Hal ini diharapkan dapat menambah variasi menu sekaligus memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi mereka. Tidak hanya itu, sebagai bentuk apresiasi atas usaha warga binaan, sebagian pakcoy juga dibagikan secara gratis kepada keluarga para WBP. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat hubungan emosional antara warga binaan dan keluarga, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah, kita berhasil memanen 150 kilogram pakcoy. Ini adalah hasil kerja keras warga binaan yang setiap hari dibimbing petugas. Hasil panen ini kita distribusikan untuk kebutuhan dapur rutan, ada juga sebagian pegawai yang membeli dan sebagian lagi kita bagikan secara cuma-cuma kepada keluarga warga binaan,” ungkap Rafi.
Lebih lanjut Rafi menjelaskan program ini menjadi salah satu implementasi dari akselerasi kebijakan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang menekankan pentingnya pemberdayaan warga binaan melalui pelatihan dan kegiatan produktif. Melalui pendekatan ini, UPT pemasyarakatan di seluruh Indonesia didorong untuk lebih aktif menciptakan program berorientasi kemandirian dan peningkatan kompetensi warga binaan.
“Panen pakcoy di Rutan Bengkulu ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, melalui program akselerasi Menimipas di didang ketahan panagn dan mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing. Pembinaan berbasis pemberdayaan ekonomi diharapkan dapat menjadi bekal nyata bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat, sehingga mereka mampu mandiri, produktif, dan tidak kembali terlibat dalam tindakan melanggar hukum,” pungkas Rafi.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































