Taukah kamu perceraian orang tua menjadi fenomena yang makin sering terjadi dalam beberapa tahun kebelakang, terutama pada pasangan muda yang sudah memiliki anak. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan angka perceraian yang terus naik dalam beberapa tahun terakhir (BPS, 2023).
Perceraian yang terjadi pada orang tua dapat memberikan dampak besar terhadap perkembangan anak, mulai dari kondisi emosional yang tidak stabil, munculnya prilaku negatif, sampai hilangnya peran orang tua pada masa pertumbuhan anak yang seharusnya didampingi oleh kedua orang tua.
Dampak yang dirasakan oleh anak perceraian orang tua:
1. Emosi Anak yang Tidak Stabil Setelah Perceraian
Anak yang memiliki orang tua bercerai sering mengalami perasaan sedih, marah, bingung, bahkan merasa kehilangan kasih sayang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang berasal dari keluarga bercerai cenderung susah untuk memahami perasaan mereka sendiri, karena anak-anak membutuhkan seseorang untuk memahami perasaan yang mereka alami, seperti temen cerita untuk menyampaikan keluh kesah yang sedang mereka rasakan (Huseama, dkk., 2024).
2. Perubahan Perilaku dan interaksi Sosial
Tidak sedikit anak yang menunjukkan perubahan perilaku setelah perceraian yang terjadi pada orang tua mereka, seperti menjadi lebih pendiam, mudah marah, atau justru terlibat dalam kenakalan remaja. Dalam studi disebutkan bahwa kurangnya perhatian orang tua setelah perceraian dapat membuat anak mencari pelarian di lingkungan pergaulan yang negatif (Putri & Lestari, 2021). Mulai dari bolos sekolah hingga pergaulan bebas menjadi pelarian atau pelampiasan seorang anak, karena perceraian yang terjadi pada orang tua dan hilangnya perhatian orang tua kepada mereka.
3. Hilangnya Peran Orang Tua
Hilangnya peran Ayah atau ibu dalam kehidupan seorang anak yang disebabkan oleh perceraian, sangat memberikan dampak terhadap proses pertumbuhan karakter dan moral anak. Seorang anak membutuhkan figur orang tua yang selalu ada agar mereka merasa aman dan berkembang secara sehat, baik secara mental mampu sosial (Hurlock, 2016).
Perceraian memang hasil keputusan dari orang tua, tetapi dampak dari perceraian juga dirasakan oleh anak. Tanpa pendampingan dan komunikasi yang baik, anak bisa tumbuh dengan masalah emosi dan perilaku. Oleh karena itu meskipun orang tua berpisah bukan berarti tanggung jawab terhadap anak hilang, karena tanggung jawab mendidik dan mendampingi anak tetap harus dijalankan demi masa depan anak yang lebih baik.
Referensi
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Perceraian Indonesia.
Huseama, dkk. (2024). Fenomena Fatherless Perspektif Hukum Islam. KIIIES 5.0. vol. 3.
Hurlock, E. B. (2016). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.
Putri, A., & Lestari, S. (2021). Dampak Perceraian Orang tua Terhadap Perilaku Remaja. Jurnal Pendidikan dan Sosial.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































