Suasana haru dan penuh rasa syukur semakin terasa dalam rangkaian Wisuda Tahfiz Al-Qur’an Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago ketika sambutan ketiga disampaikan oleh perwakilan wali santri, Ibu Nur Apriliani, bunda dari Ananda Muhammad Al Khalifi Dzikri. Sambutan ini menjadi potret suara hati para orang tua yang dengan penuh kesadaran menitipkan putra-putrinya ke pesantren, bukan sekadar untuk mengejar prestasi akademik, melainkan untuk menjaga iman, akhlak, dan masa depan mereka.
Dengan mengawali sambutan menggunakan basmalah dan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Ibu Nur Apriliani menyampaikan salam penuh takzim kepada seluruh pimpinan pesantren, para asatidz dan asatidzah, para wali santri, serta seluruh santri dan santriwati yang diwisuda.
Doa-doa kebaikan dan keberkahan mengalir dalam setiap kalimat pembuka, mencerminkan ketulusan seorang ibu yang berdiri bukan atas nama pribadi, melainkan membawa amanah suara kolektif para wali santri.
Kerendahan Hati Seorang Ibu, Amanah Besar Sebagai Wakil Wali Santri
Dalam sambutannya, Ibu Nur Apriliani menyampaikan dengan penuh kerendahan hati bahwa dirinya merasa tidak pantas berdiri sendiri di hadapan hadirin. Namun karena amanah yang diberikan oleh pihak sekolah, ia memberanikan diri untuk mewakili para orang tua.
“Rasanya tidak pantas saya ada di sini, namun karena amanah, saya mohon izin para wali santri yang lebih senior untuk memberikan perwakilan sambutan.”
Ungkapan ini menggambarkan karakter keibuan yang tulus—tidak mencari panggung, tetapi siap melangkah ketika amanah dipikul. Sambutan ini pun menjadi cerminan kegelisahan, harapan, dan doa para orang tua di era yang penuh tantangan.
Tantangan Besar Orang Tua di Era Digital
Salah satu poin utama dalam sambutan wali santri adalah tantangan zaman digital yang dihadapi anak-anak saat ini. Ibu Nur Apriliani menyoroti bahwa perubahan zaman yang serba cepat menuntut setiap individu untuk adaptif terhadap teknologi, informasi, dan perkembangan sains.
Namun di balik kemudahan tersebut, tersimpan ancaman besar yang tidak bisa diabaikan.
“Di era digital, kejahatan dan kemaksiatan dapat sangat mudah dijangkau.”
Konten tidak pantas di media sosial, informasi menyesatkan, hingga gim yang tidak mendidik menjadi realitas yang setiap hari dihadapi anak-anak. Dalam kondisi seperti ini, orang tua berada pada persimpangan besar: membiarkan anak tumbuh tanpa filter, atau mencari sistem pendidikan yang mampu melindungi sekaligus menyiapkan mereka menghadapi zaman.
Pesantren sebagai Ikhtiar Orang Tua Menjaga Masa Depan Anak
Dalam konteks inilah, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago hadir sebagai jawaban atas kegelisahan para orang tua. Ibu Nur Apriliani menegaskan bahwa menitipkan anak ke pesantren bukan bentuk pelarian dari dunia modern, tetapi ikhtiar sadar untuk menyeimbangkan ilmu dunia dan ilmu akhirat.
“Kami selaku orang tua berikhtiar memberikan pendidikan terbaik agar anak tidak tertinggal dalam ilmu digital, sains, dan teknologi, namun tetap terkontrol dengan ilmu agama.”
Pesantren tidak memisahkan anak dari zaman, tetapi membekali mereka agar siap hidup di dalamnya dengan nilai Qur’ani. Anak-anak diharapkan memiliki wawasan luas, melek teknologi, namun tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an dan hadis.
Mencetak Muslim yang Beriman, Cerdas, dan Kontributif
Sambutan wali santri ini menegaskan visi besar yang sejalan dengan arah Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago: mencetak generasi muslim yang tidak hanya saleh secara personal, tetapi juga berkontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan agama.
Ibu Nur Apriliani mengaitkan tujuan pendidikan ini dengan teladan Rasulullah SAW, yang memiliki empat sifat utama:
Fathonah – cerdas dan visioner
Shiddiq – jujur dalam perkataan dan perbuatan
Amanah – dapat dipercaya
Tabligh – menyampaikan kebenaran dan ilmu kepada umat
Nilai-nilai inilah yang diharapkan tumbuh dalam diri para santri—menjadi muslim yang tidak hanya kuat imannya, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman.
Apresiasi Tulus untuk Para Guru dan Pengasuh Pesantren
Dalam bagian yang penuh rasa haru, Ibu Nur Apriliani mewakili para wali santri menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh ustaz dan ustazah yang telah sabar dan ikhlas membimbing para santri.
Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi proses panjang yang membutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan keteladanan. Para orang tua menyadari bahwa apa yang diberikan para guru tidak bisa diukur dengan materi semata.
“Semoga apa yang kita usahakan mendapatkan rida Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Ucapan ini menegaskan bahwa relasi pesantren dan wali santri bukan relasi transaksional, melainkan relasi spiritual dan perjuangan bersama.
Doa untuk Santri yang Melanjutkan ke Pondok Pesantren Gontor
Sambutan ini juga menyinggung harapan besar para orang tua bagi anak-anak yang akan melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Darussalam Gontor.
Dengan penuh harap, wali santri mendoakan agar anak-anak diberikan kemudahan dalam proses seleksi, ujian masuk, dan kelak mampu menimba ilmu dengan baik.
Hal ini menunjukkan bahwa Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari rantai panjang pendidikan pesantren yang melahirkan pemimpin-pemimpin umat.
Kerendahan Hati Orang Tua Permohonan Maaf untuk Anak-Anak Mereka
Salah satu bagian paling menyentuh dalam sambutan ini adalah ketika wali santri secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada para guru atas segala kekurangan dan kesalahan putra-putri mereka selama proses belajar.
“Apabila selama proses belajar ada tingkah laku dari putra-putri kami yang kurang baik, baik perkataan maupun perbuatan, kami mohon dibukakan pintu maaf.”
Ini adalah bentuk pendidikan akhlak yang nyata bahwa orang tua dan guru berjalan beriringan, saling merendahkan hati demi kebaikan anak-anak.
Wisuda Tahfidz Titik Temu Harapan Orang Tua dan Ikhtiar Pesantren
Sambutan wali santri ini menegaskan bahwa wisuda tahfidz bukan sekadar acara kelulusan, melainkan titik temu antara:
Doa orang tua
Ikhtiar pesantren
Kesungguhan santri
Dan pertolongan Allah SWT
Di tengah tantangan era digital, wisuda tahfiz menjadi simbol bahwa Al-Qur’an masih dan akan selalu relevan sebagai penuntun kehidupan.
Pesan untuk Para Orang Tua Pendidikan Adalah Investasi Akhirat
Apa yang disampaikan oleh Ibu Nur Apriliani sejatinya adalah pesan untuk seluruh orang tua muslim: bahwa pendidikan terbaik bukan hanya tentang masa depan dunia anak, tetapi juga keselamatan akhiratnya.
Menitipkan anak ke pesantren seperti Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago adalah bentuk investasi jangka panjang yang hasilnya bukan hanya prestasi, tetapi akhlak, iman, dan kontribusi nyata bagi umat.
Ingin Putra-Putri Anda Tumbuh Aman di Era Digital dan Kuat dalam Iman?
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) bagi ayah dan bunda yang ingin memberikan pendidikan terbaik—menyeimbangkan tahfiz Al-Qur’an, kepemimpinan, sains, dan karakter dalam satu sistem pendidikan terpadu.
📲 Informasi SPMB (WhatsApp): 0896-200-200-67
🌐 Website Resmi: primagoschool.com
Mari bergabung bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, tempat orang tua menitipkan amanah, Al-Qur’an dijaga, dan generasi masa depan dipersiapkan dengan iman dan ilmu.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































