Garut, 31 Desember 2025 – Insan Faisal Ibrahim, S.Pd, guru MIS Ar-Raudhotun Nur Kabupaten Garut, kembali menunjukkan kepedulian dan inovasinya dalam dunia pendidikan. Dalam upaya meningkatkan semangat belajar sekaligus membangun kesadaran karakter siswa, Insan melibatkan peserta didiknya untuk dijadikan foto latar (background) pada artikel edukatif yang ia tulis. Artikel tersebut mengangkat tema penting tentang pencegahan aksi perundungan (bullying) di lingkungan madrasah, sebuah isu yang perlu mendapat perhatian serius dari seluruh elemen pendidikan.
Keterlibatan siswa dalam artikel ini bukan sekadar pelengkap visual, melainkan bagian dari strategi pembelajaran yang bermakna. Insan ingin pesan anti-perundungan yang disampaikan dalam tulisannya terasa lebih dekat dengan dunia siswa. Dengan menampilkan wajah-wajah ceria dan penuh semangat dari peserta didik, artikel tersebut diharapkan mampu menyentuh hati pembaca serta menegaskan bahwa madrasah adalah ruang aman bagi setiap anak untuk belajar dan berkembang.
Dalam pelaksanaannya, Insan sangat menjunjung tinggi nilai etika. Sebelum melibatkan siswa sebagai latar artikel, Insan terlebih dahulu meminta izin kepada seluruh orang tua siswa. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap hak dan privasi anak, sekaligus menjaga kepercayaan orang tua kepada madrasah. Proses meminta izin ini juga disampaikan secara terbuka kepada para siswa sebagai contoh nyata pembelajaran beretika.
Menurut Insan Faisal Ibrahim, kegiatan ini sengaja dirancang untuk menguatkan pesan pendidikan karakter, khususnya dalam menumbuhkan sikap saling menghargai dan menolak segala bentuk perundungan. “Artikel yang saya tulis membahas tentang pentingnya mencegah bullying di madrasah. Saya melibatkan siswa agar pesan ini lebih hidup dan mudah dipahami. Sekaligus saya ingin mengajarkan bahwa dalam berkarya, kita harus beretika, salah satunya dengan meminta izin terlebih dahulu,” tutur Insan Faisal Ibrahim, S.Pd.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para siswa. Salah satu siswa MIS Ar-Raudhotun Nur mengaku merasa senang dan bangga bisa terlibat dalam kegiatan yang membawa pesan kebaikan. “Saya senang bisa membantu Pak Insan. Kami jadi tahu bahwa bullying itu tidak baik dan tidak boleh dilakukan. Kalau bisa membantu lewat foto untuk artikel, saya merasa bangga,” ujar salah satu siswa.
Melalui kolaborasi ini, siswa tidak hanya menjadi objek pembelajaran, tetapi juga bagian dari gerakan edukatif untuk menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan bebas perundungan. Keterlibatan langsung ini turut menumbuhkan rasa empati, kepedulian, serta keberanian siswa untuk saling menjaga dan mengingatkan.
Langkah Insan Faisal Ibrahim, S.Pd ini menjadi contoh praktik baik pembelajaran yang mengintegrasikan literasi, pendidikan karakter, dan kolaborasi guru-siswa. Dengan mengangkat isu perundungan secara kontekstual dan humanis, Insan menunjukkan bahwa guru madrasah memiliki peran strategis dalam membangun budaya saling menghormati serta menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini di lingkungan pendidikan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































