Sejumlah mahasiswa asal Papua yang menempuh pendidikan di Universitas Samudra (Unsam) Kota Langsa menyampaikan apresiasi mereka terhadap tingginya tingkat kerukunan dan rasa aman yang mereka rasakan selama menjalani kehidupan akademik maupun sosial di kota tersebut. Para mahasiswa mengaku diterima dengan baik oleh masyarakat setempat dan merasakan suasana damai dalam interaksi sehari-hari.
“Kami merasa sangat nyaman berada di Langsa. Masyarakatnya terbuka dan tidak membeda-bedakan. Ini membuat kami lebih mudah beradaptasi dan fokus belajar,” ujar salah satu mahasiswa Papua saat menghadiri kegiatan dialog lintas agama yang diselenggarakan pemerintah kota. Pernyataan positif tersebut muncul dalam kegiatan Dialog Kerukunan Lintas Agama yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Langsa.
Kegiatan yang mengangkat tema “Harmoni dalam Keberagaman” itu bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya menjaga toleransi di tengah perbedaan agama, suku, dan budaya.
Dalam kesempatan itu, Pj. Asisten I Setda Kota Langsa menyampaikan bahwa keberagaman merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama. Ia menekankan peran penting generasi milenial, termasuk mahasiswa dari berbagai daerah, dalam mempertahankan iklim kerukunan. “Kaum milenial adalah estafet masa depan bangsa. Mereka harus dilibatkan secara aktif dalam kegiatan yang menumbuhkan rasa saling menghargai, agar nilai toleransi terus hidup dalam masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah Kota Langsa akan terus mendukung program-program yang mendorong harmonisasi sosial, sekaligus memastikan bahwa mahasiswa dari luar daerah dapat menempuh pendidikan dengan aman dan nyaman. Kegiatan dialog ini dihadiri perwakilan tokoh agama, organisasi mahasiswa, unsur pemerintah, serta masyarakat. Para peserta sepakat bahwa Kota Langsa harus terus menjadi contoh daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan persatuan di Aceh.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































