Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang bermanfaat bagi Warga Binaan, khususnya dalam membekali mereka dengan keterampilan kemandirian. Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah kegiatan bercocok tanam. Kali ini, Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, memberikan edukasi tentang cara menanam mentimun dengan memanfaatkan teknik berkebun tradisional yang sederhana namun tetap efektif.
Dalam kegiatan yang digelar di lahan perkebunan luar Lapas, Rustam Kasoor menjelaskan tahapan penting, mulai dari pengolahan tanah secara manual, pemilihan bibit unggul, hingga cara menanam yang tepat. Beliau menekankan bahwa meski menggunakan cara tradisional, jika dilakukan dengan tekun dan benar, maka hasil panen dapat maksimal dan memberikan manfaat besar bagi Warga Binaan maupun Lapas. ”Metode berkebun tradisional memiliki kelebihan tersendiri, di antaranya ramah lingkungan, hemat biaya, serta mudah diterapkan meskipun dengan peralatan yang terbatas.
Dengan cara ini, Warga Binaan diharapkan dapat menguasai keterampilan bercocok tanam yang dapat menjadi bekal setelah bebas nanti,” ungkapnya, Sabtu (30/8). Kepala Lapas Bandanaira, Mikha, menambahkan bahwa kegiatan bercocok tanam merupakan salah satu bentuk nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.
”Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap Warga Binaan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi juga memperoleh ilmu yang dapat mereka manfaatkan untuk kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, turut mengapresiasi langkah yang dilakukan Lapas Bandanaira. ”Kami sangat mendukung inisiatif pembinaan yang berbasis keterampilan seperti ini. Edukasi berkebun tradisional bukan hanya menumbuhkan semangat kemandirian, tetapi juga menanamkan nilai kerja keras dan tanggung jawab.
Hal ini sejalan dengan visi pemasyarakatan yang ingin membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat dengan bekal yang bermanfaat,” ujarnya. Dengan adanya edukasi berkebun ini, Lapas Bandanaira berupaya mencetak Warga Binaan yang produktif, berdaya guna, dan siap untuk mandiri. Program ini sekaligus membuktikan bahwa Lapas tidak hanya sebagai tempat menjalani pidana, tetapi juga sebagai wadah pembinaan menuju perubahan diri yang lebih baik.