Ternate – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ternate turut ambil bagian dalam kegiatan Tausyiah Agama yang diselenggarakan Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen Pemasyarakatan Maluku Utara, bertempat di LPKA Ternate, Jumat (29/8). Kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan keimanan, ketaqwaan, serta pembinaan akhlak bagi seluruh petugas pemasyarakatan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Maluku Utara, S. Mahdar, para Kepala UPT se-Kota Ternate beserta jajaran pegawainya. Dari Lapas Ternate, hadir Kasubbag TU, Taufik Hadinoto, bersama pejabat struktural dan staf sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program pembinaan rohani ini.
Tausyiah agama disampaikan oleh Prof. Dr. Muzakkir, MA, seorang akademisi sekaligus ulama terkemuka yang dikenal aktif memberikan ceramah keagamaan, khususnya terkait pembinaan akhlak dan penguatan spiritual di berbagai instansi pemerintahan. Dalam penyampaiannya yang penuh makna, beliau menekankan sejumlah pesan penting bagi seluruh peserta.
Pertama, beliau mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental agar setiap petugas dapat melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab. Kedua, beliau menekankan agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan sebagai benteng diri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan maupun pekerjaan.
Selain itu, Prof. Muzakkir juga berpesan agar kesalahan di masa lalu tidak dijadikan beban, melainkan ditutupi dengan memperbanyak amal kebaikan. Hubungan antar-sesama manusia pun harus dijaga dengan akhlak yang mulia, disertai semangat membangun kebersamaan dengan cinta.
Lebih jauh, beliau menekankan bahwa amanah jabatan yang diemban setiap petugas pemasyarakatan merupakan sebuah tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan rasa takut kepada Allah SWT, sehingga terhindar dari penyalahgunaan wewenang.
Sementara itu, Kakanwil, S. Mahdar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pembinaan spiritual menjadi bagian penting dalam membentuk integritas dan profesionalitas petugas pemasyarakatan.
“Tugas pemasyarakatan bukan hanya soal pengamanan dan pembinaan warga binaan, tetapi juga bagaimana kita sebagai petugas dapat menjadi teladan melalui akhlak mulia, iman, dan taqwa yang kuat. Dengan hati yang bersih, amanah yang diemban akan lebih ringan dijalankan,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya tausyiah ini, diharapkan seluruh petugas pemasyarakatan di Maluku Utara, khususnya Kota Ternate, semakin memperkokoh keimanan, ketaqwaan, dan akhlak mulia dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada bangsa dan negara.