Kediri (15/2). Ribuan generasi muda LDII memadati Pondok Pesantren Nurul Huda Al Manshurin, Kota Kediri, pada Minggu (15/2) untuk mengikuti Pengajian Akbar Pemuda LDII 2026. Mengusung tema “Mewujudkan Generasi LDII Profesional Religius, Berkarakter Luhur Menuju Indonesia Emas 2045”, acara ini dirancang sebagai langkah untuk membentengi pemuda dari dampak negatif digitalisasi sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual.
Sekretaris LDII Kota Kediri sekaligus Ketua Ponpes Nurul Huda Al Manshurin, Asyhari Eko Prayitno, menegaskan bahwa integritas moral adalah modal utama bagi pemimpin masa depan.
“Kita ingin memastikan pemuda LDII tidak hanya cakap secara teknologi dan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akar iman yang menghujam kuat. Menjaga lisan dan etika digital di ruang publik maupun media sosial adalah cerminan iman yang nyata,” ujarnya.
Ia berharap para pemuda mampu menjadi “agen penyejuk” yang membawa ketenangan di tengah masyarakat.
Kegiatan yang diisi dengan kajian Al-Qur’an dan Al-Hadits ini menghadirkan dua narasumber kompeten untuk memberikan motivasi. yakni Ust. Semoga Jaya dan Ust. Muhammad Naufal.
Ust. Semoga Jaya, narasumber asal Surabaya menekankan pentingnya rasa syukur dan kebanggaan berada di lingkungan pembinaan yang positif.
“Amalan di dunia adalah cerminan akhir kehidupan kita. Karakter ahli surga tecermin dari konsistensi dalam kebaikan dan ketegasan menjauhi maksiat,” tegasnya.
Ia mengingatkan pentingnya selektif dalam memilih lingkaran pergaulan, karena lingkungan sosial merupakan faktor dominan yang membentuk pola pikir seseorang.
Senada dengan hal tersebut, Ust. Naufal, narasumber asal Jombang, membedah tiga pilar utama keberhasilan generasi penerus, yakni berakhlakul karimah, alim-faqih, dan mandiri. Ia menempatkan akhlak sebagai fondasi paling vital.
“Akhlakul karimah adalah prioritas utama. Generasi penerus harus mencontoh perilaku Nabi dalam keseharian,” jelasnya.
Ia juga menyoroti tantangan teknologi, menyebut smartphone sebagai “pisau bermata dua” yang menuntut kebijaksanaan penggunanya agar tidak tergelincir ke dalam kemaksiatan.
Melalui disiplin ibadah dan penjagaan karakter sejak dini, pengajian ini diharapkan mampu mencetak kader-kader pemimpin yang amanah dan profesional. Dengan penguatan literasi agama dan kemandirian, generasi muda LDII diharapkan siap menghadapi fluktuasi tantangan akhir zaman dengan iman yang kokoh.
“Jika sejak muda sudah terbiasa disiplin dan menjaga akhlak, insyaAllah ke depan mereka akan menjadi pemimpin yang amanah dan profesional bagi bangsa ini,” pungkas Ust. Naufal.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































