Pasar Pondok Gede, Kota Bekasi, Harga cabai keriting mencapai Rp80.000 per kilogram dan cabai rawit antara Rp90.000 hingga Rp100.000 per kilogram, lonjakan harga signifikan ini membebani pedagang pasar tradisional seperti ungkap Bapak Rian. Kenaikan ini jauh lebih tinggi dibandingkan sebulan lalu, di mana harga hanya separuh dari angka saat ini, sehingga modal usaha pedagang menurun drastis sementara jumlah pembeli terus menurun akibat kondisi ekonomi masyarakat Indonesia yang sedang sulit. Bapak Rian menjelaskan dampaknya, “Sangat berat ya, karena semakin tinggi modalnya semakin besar juga modal yang harus kita keluarkan, sedangkan pembelinya tuh menjadi berkurang.”
Lonjakan harga cabai tidak hanya menekan omset pedagang, tetapi juga berpotensi ke konsumen rumah tangga di Kota Bekasi yang bergantung pada pasar tradisional untuk kebutuhan sehari-hari. Bapak Rian menambahkan, “Sangat pengaruh banget, karna itu satu dari modal, dua kondisi ekonomi masyarakat Indonesia juga kan lagi susah jadi pembelinya berkurang,” yang menggambarkan bagaimana biaya operasional harian menjadi beban utama di tengah daya beli yang menurun. Situasi ini memaksa pedagang menanggung risiko kerugian lebih lama, dengan harapan pemerintah untuk menstabilkan harga.
Stok cabai keriting dan rawit tetap aman serta mudah diperoleh dalam beberapa tahun terakhir, tanpa kendala pada kualitas atau ketersediaan barang. Saat ditanya tentang perbedaan harga, Bapak Rian menyatakan, “Sangat jauh, karena bisa setengah harga,” menegaskan bahwa masalah pada harga yang melonjak tanpa gangguan pasokan. Ia juga menekankan, “Kalau stok si masih aman, kualitas juga aman, cuma harganya aja si mas,” serta “Hanya harga aja kendalanya.”
Pedagang seperti Bapak Rian berharap kenaikan harga segera mereda agar aktivitas pasar kembali normal dan mendukung perekonomian kecil-menengah di Kota Bekasi. Wawancara ini menjadi gambaran nyata tantangan pelaku usaha pasar tradisional, di mana ketahanan ekonomi bergantung pada stabilitas harga barang dagangan pangan. Pemantauan rantai pasok lokal diperlukan untuk mencegah perubahan ekstrim ke depan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































