Aceh Utara, Jumat (6 Februari 2026) —Upaya peningkatan produktivitas padi sawah di Gampong Pulo Iboih, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh terus berlanjut. Melalui Program Mahasiswa Berdampak yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), mahasiswa Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) melaksanakan pembuatan alat tanam padi sistem jajar legowo 3:1 untuk mendukung pelaksanaan demonstrasi plot (demplot).
Alat tanam ini dirancang khusus untuk diterapkan pada lahan demplot padi sawah dengan pola jarak tanam 20 cm × 20 cm × 40 cm. Pola tersebut bertujuan memberikan ruang tumbuh yang lebih optimal bagi tanaman padi, meningkatkan penetrasi cahaya matahari, serta memperbaiki sirkulasi udara di antara rumpun tanaman.
Proses pembuatan alat tanam turut dibantu oleh Abdullah, mantan Geuchik Gampong Pulo Iboih, yang sejak awal aktif mendukung kegiatan demplot.
“Saya senang bisa ikut membantu pembuatan alat tanam ini. Harapannya, alat ini bisa memudahkan petani dan menjadi contoh bahwa dengan cara tanam yang baik, hasil panen bisa lebih maksimal,” ujar Abdullah.
Meskipun pada penerapannya sistem jajar legowo 3:1 dengan jarak 20, 20, 40 cm menyebabkan sebagian bidang tanah tidak ditanami, metode ini justru dinilai mampu meningkatkan produktivitas hingga dua kali lipat. Hal tersebut disebabkan jumlah anakan produktif lebih banyak, tanaman lebih sehat, dan pengelolaan tanaman menjadi lebih efisien.
Mahasiswa HIMAGRI, Reza, menjelaskan bahwa alat tanam ini dibuat sebagai solusi praktis bagi petani.
“Alat tanam jajar legowo 3:1 ini kami rancang agar memudahkan pengaturan jarak tanam secara seragam. Walaupun terlihat membuang tanah karena ada jarak kosong 40 cm, secara produksi justru bisa meningkat hingga dua kali lipat karena pertumbuhan padi lebih optimal,” jelas Reza.
Dengan adanya alat tanam ini, HIMAGRI berharap penerapan sistem jajar legowo pada lahan demplot padi sawah dapat menjadi contoh nyata bagi petani di gampong, sehingga ke depan produktivitas padi dapat meningkat dan pemulihan pertanian pascabanjir berjalan lebih berkelanjutan
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































