Jakarta, Januari 2026 — Mahasiswa Fakultas Farmasi dan Sains Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa pemberdayaan keluarga dhuafa sebagai bagian dari pelaksanaan mata kuliah Kemuhammadiyahan. Kegiatan sosial ini bertujuan membantu keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi agar dapat meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi mereka melalui pendekatan dakwah dan pemberdayaan sosial.
Kegiatan dakwah lapangan ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka kemiskinan dan keterbatasan akses masyarakat dhuafa terhadap sumber daya ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan hidup. Melalui pendekatan dakwah yang bersifat aplikatif dan menyentuh aspek sosial, mahasiswa berupaya menghadirkan nilai-nilai Islam yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata di tengah masyarakat.
Sasaran kegiatan adalah keluarga Ibu Maryati, seorang perempuan lanjut usia yang hidup dalam kondisi ekonomi terbatas dan harus memenuhi kebutuhan hidup bersama dua anaknya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara langsung, tim menemukan berbagai permasalahan utama yang dihadapi keluarga tersebut, khususnya dalam aspek ekonomi dan kondisi tempat tinggal yang belum layak. Keterbatasan penghasilan serta kondisi fisik yang menurun menjadi tantangan tersendiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ibu Maryati merupakan seorang perempuan lanjut usia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan sosial di kawasan Jalan Kandang Sapi, Jakarta. Pada usia 74 tahun, ia harus menjalani kehidupan dengan kondisi fisik yang tidak sepenuhnya prima, termasuk gangguan penglihatan pada salah satu matanya akibat pengalaman kekerasan dalam rumah tangga di masa lalu. Sejak perpisahan dengan suaminya, Ibu Maryati berjuang membesarkan enam orang anak seorang diri tanpa pendamping hidup.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Ibu Maryati bekerja secara mandiri dengan mengandalkan pekerjaan serabutan, seperti membantu pekerjaan rumah tangga dan menawarkan jasa pijat tradisional kepada warga sekitar. Penghasilan yang diperoleh bersifat tidak menentu dan sangat bergantung pada jumlah pelanggan, sehingga belum mampu memberikan kestabilan ekonomi bagi keluarga. Hingga saat ini, Ibu Maryati masih menanggung kebutuhan hidup dua orang anaknya yang belum menikah.
Dari sisi tempat tinggal, keluarga Ibu Maryati menempati rumah kontrakan dengan kondisi yang sangat sederhana. Ruangan yang ditempati berfungsi ganda sebagai tempat tidur, dapur, dan penyimpanan barang. Dinding rumah terbuat dari material sederhana yang sudah mulai usang, dengan pencahayaan dan ventilasi yang terbatas. Kondisi tersebut belum sepenuhnya memenuhi standar hunian yang layak dan sehat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Meskipun hidup dalam keterbatasan, Ibu Maryati dikenal sebagai pribadi yang tangguh dan mandiri. Ia memilih untuk tetap bekerja dan berusaha mencukupi kebutuhannya sendiri tanpa bergantung pada belas kasihan orang lain. Keteguhan sikap dan semangat bertahan hidup inilah yang menjadi salah satu alasan utama keluarga Ibu Maryati dipilih sebagai sasaran kegiatan pemberdayaan, dengan harapan dukungan sosial dan pendampingan yang diberikan dapat membantu meringankan beban hidup serta meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, dimulai dari survei lapangan, pengumpulan data melalui observasi dan wawancara, hingga identifikasi permasalahan yang dihadapi keluarga sasaran. Setelah itu, tim melanjutkan dengan kegiatan dakwah lapangan yang menekankan pada pendekatan persuasif, silaturahmi, serta pemberdayaan berbasis kepedulian sosial dan nilai keislaman.
Tim pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa tujuan utama dari program ini adalah menanamkan nilai-nilai Teologi Al-Ma’un, yakni kepedulian terhadap kaum lemah, sebagai bagian dari pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan nyata. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar memahami kondisi sosial masyarakat secara langsung, tetapi juga dilatih untuk memiliki kepekaan sosial, empati, dan tanggung jawab moral sebagai calon intelektual.
Selain memberikan manfaat bagi keluarga dhuafa, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu, nilai keislaman, dan pengabdian kepada masyarakat secara terpadu. Interaksi langsung dengan masyarakat diharapkan mampu membentuk karakter mahasiswa yang lebih peduli, humanis, dan berorientasi pada solusi sosial.
Melalui kegiatan pemberdayaan keluarga dhuafa ini, mahasiswa UHAMKA berharap dapat memberikan kontribusi nyata, meskipun sederhana, dalam meringankan beban masyarakat kurang mampu. Kegiatan ini sekaligus diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika dan masyarakat luas untuk terus menumbuhkan semangat kepedulian, gotong royong, dan solidaritas sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































