Desa Mekarsari merupakan lingkungan pemukiman yang berada di daerah pesisir Pulomerak, sebuah kecamatan yang dikenal sebagai salah satu pintu gerbang laut Banten. Letaknya yang dekat dengan pelabuhan membuat wilayah ini memiliki potensi perikanan yang besar. Namun, pengolahan hasil laut di tingkat rumah tangga masih terbatas, sebagian besar hanya mengandalkan metode pengolahan sederhana seperti goreng dan pindang. Hal ini menyebabkan makanan cepat habis dan warga tidak memiliki cadangan pangan yang cukup ketika cuaca buruk atau pasokan ikan menurun. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan ketahanan pangan rumah tangga di wilayah pesisir.
Melihat kebutuhan tersebut, mahasiswa Administrasi Publik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menggelar kegiatan pengabdian masyarakat berupa demo masak abon ikan tongkol pada Senin, 24 November 2025. Abon dipilih karena proses pengeringannya mampu menurunkan kadar air ikan sehingga mencegah pembusukan, tetap bergizi, dan bisa dijadikan cadangan pangan keluarga untuk berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan diawali dengan pengisian pre-test untuk mengetahui pemahaman awal masyarakat mengenai pemanfaatan ikan tongkol. Setelah itu, mahasiswa menyampaikan materi singkat mengenai manfaat ikan tongkol, potensi ekonominya, serta alasan mengapa olahan ini penting bagi ketahanan pangan keluarga.

Melalui metode demonstrasi langsung, tim mahasiswa tidak hanya menjelaskan teori pengolahan pangan, tetapi juga mempraktikkan seluruh tahapan pembuatan abon tongkol, mulai dari pengukusan ikan, pemisahan daging dari duri, penumisan bumbu, hingga tahap sangrai sampai kering. Metode ini membuat warga lebih mudah memahami teknik pengolahannya, bahkan beberapa warga ikut mencoba tahapan memasak secara langsung. Setelah proses selesai, warga juga melakukan uji rasa dan memberikan tanggapan terkait tekstur dan cita rasa abon yang dibuat.
Antusiasme warga terlihat dari hasil post-test yang menunjukkan bahwa seluruh warga merasa proses pembuatan abon lebih mudah daripada yang mereka kira, bahkan hanya menggunakan alat dapur yang ada di rumah saja. Banyak dari mereka menyampaikan keinginan untuk mempraktikkan kembali resep tersebut di rumah untuk persediaan lauk, terutama untuk menghadapi masa paceklik ataupun hari-hari ketika tidak sempat memasak.

Salah satu warga, Bu Kris, seorang istri dari Ketua RT setempat, menyampaikan bahwa inovasi abon tongkol tidak hanya bermanfaat untuk ketahanan pangan, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi warga. Pernyataan Bu Kris menunjukkan bahwa hasil dari demo masak berpotensi menjadi peluang usaha sederhana, terutama bagi ibu rumah tangga. Dengan bahan baku yang melimpah dan mudah didapat, abon tongkol dapat menjadi produk lokal khas desa yang bernilai jual, sekaligus menambah ragam olahan ikan di wilayah tersebut.
Dengan berakhirnya kegiatan demo masak ini, warga Mekarsari pulang dengan senyum puas dan pengetahuan baru yang langsung bisa mereka praktikkan di rumah. Dari sekedar ikan tongkol harian, kini mereka punya keterampilan mengubahnya menjadi abon yang tahan lama, bergizi, dan berpotensi jadi tambahan ekonomi keluarga. Di tengah tantangan harga bahan pangan dan musim paceklik yang kerap datang, inovasi sederhana ini diharapkan dapat menjadi solusi kecil yang membawa manfaat besar.
Harapan besar muncul dari para mahasiswa bahwa kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang belajar sehari, tetapi langkah awal untuk membangun kemandirian pangan, kreativitas kuliner, dan usaha kecil berbasis potensi laut Pulomerak. Inovasi ini diharapkan terus berlanjut, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga di Mekarsari, baik hari ini maupun di masa mendatang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































