Surabaya, 9 Desember 2025 — Sejumlah mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan Pengabdian Berbasis Lapangan (PBL) bertajuk “Moderasi Beragama sebagai Pilar Keharmonisan Sosial”. Kegiatan yang berlangsung di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Muttaqin, Jl. Gunung Anyar Emas IX No.6 Blok R, Gn. Anyar Tambak, ini bertujuan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama melalui edukasi akhlak dan karakter Islami sejak dini.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dua kelompok mahasiswa PBL dengan total delapan orang anggota. Kolaborasi ini sengaja dibangun untuk merepresentasikan aspek keseimbangan dalam Moderasi Beragama, yaitu menggabungkan ajaran yang berfokus pada Hablum Minallah (hubungan dengan Allah) dan Hablum Minannas (hubungan dengan sesama manusia).
Ketua pelaksana, Jeeney, menjelaskan bahwa metode pembelajaran dipilih untuk menghindari kesan monoton. “Kami ingin santri-santri TPQ menyadari bahwa Moderasi Beragama itu aplikatif, mulai dari bagaimana kita bersikap terhadap sesama hingga bagaimana kita menghargai nikmat Allah SWT. Caranya, kami menggunakan media film pendek interaktif,” ujarnya.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, perkenalan yang ceria, lalu dilanjutkan dengan pemutaran dua film pendek yang berbeda tema, namun menjadi pilar utama dalam pemahaman Islam yang moderat:

• Toleransi dan Kerukunan (Fokus Hablum Minannas).
Santri disajikan film tentang pentingnya menghargai perbedaan dan kerukunan.

Setelah pemutaran, tim mahasiswa yang bertanggung jawab memaparkan amanat film, menjelaskan bahwa sikap toleran, adil, dan rukun merupakan wujud ajaran Islam yang rahmatan lil’alamin dalam konteks hubungan antar sesama manusia. Sebagaimana didefinisikan dalam studi Islam, toleransi adalah menghargai, dengan sabar menghormati keyakinan atau kepercayaan seseorang atau kelompok lain, serta memberikan kebenaran atas perbedaan tersebut sebagai wujud pengakuannya terhadap hak-hak asasi manusia.

• Adab Makan dan Anti-Mubazir (Fokus Hablum Minallah).
Dilanjutkan dengan film tentang adab makan dan larangan membuang-buang makanan.

Tim mahasiswa lainnya memaparkan amanat, menekankan bahwa bersyukur atas rezeki dan menghindari perilaku mubazir adalah bagian dari sikap moderat, yaitu menjaga ketaatan dan hubungan baik dengan Allah SWT.
Antusiasme santri memuncak saat sesi Mini Games yang dirancang untuk menguji pemahaman mereka secara seru dan interaktif.
Terdapat tiga kegiatan utama dalam sesi ini:
1. Mingle Game: Permainan ini melibatkan musik dan gerakan melingkar. Ketika musik dihentikan, para santri harus segera membentuk kelompok yang berjumlah antara 1 hingga 10 orang sesuai perintah yang diberikan. Permainan ini sukses menumbuhkan semangat kebersamaan dan kecepatan berpikir para santri.
2. Kuis: Permainan ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab cepat yang berisi pernyataan-pernyataan seputar amanat dari dua film yang telah ditonton (Toleransi dan Anti-Mubazir). Santri yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah, sekaligus menguatkan pemahaman mereka terhadap materi Moderasi Beragama.
3. Apresiasi Tahfizh Al-Qur’an: Mahasiswa memberikan kesempatan kepada santri untuk melafalkan hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an. Santri yang berhasil melafalkan hafalannya dengan benar dan lancar diberikan hadiah, sebagai bentuk dukungan terhadap aspek Hablum Minallah dan semangat menghafal.
Berdasarkan observasi di lapangan, metode pengajaran visual dan interaktif ini memberikan dampak signifikan pada pemahaman akhlak santri. Terlihat peningkatan kesadaran dalam menerapkan nilai anti-mubazir, tidak hanya pada makanan tetapi juga pada penggunaan air saat wudhu. Demikian pula, saat sesi Mini Games, mereka menunjukkan interaksi yang lebih akrab dan inklusif, mencerminkan penguatan nilai toleransi.

Sambutan hangat diberikan oleh Ustadzah Afiah, yang juga selaku Pengurus RW setempat, dari TPQ Al-Muttaqin. “Kami sangat berterima kasih. Metode sosialisasi yang dibawa mahasiswa UPN ini sangat seru dan anak-anak sangat fokus. Mereka bilang, ini adalah sosialisasi yang paling menyenangkan dan berkesan,” ungkapnya. Dukungan ganda dari beliau, baik sebagai pendidik agama maupun tokoh masyarakat, menegaskan relevansi kegiatan ini di tingkat komunitas.
Menurut Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. A. Muammar Alawi, M.Pd.I., kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur dalam mendukung program strategis nasional. “Moderasi bukan berarti netral tanpa sikap, melainkan sikap adil dan proporsional dalam beragama. Pengabdian ini adalah praktik nyata dari nilai-nilai akademik yang berdampak sosial, mengajarkan keseimbangan antara Hablum Minallah dan Hablum Minannas,” tegasnya.
Para mahasiswa berharap, edukasi dini tentang toleransi dan menghargai rezeki ini dapat menjadi fondasi bagi santri TPQ Al-Muttaqin untuk tumbuh menjadi generasi Muslim yang moderat, inklusif, dan cinta damai.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































