KALI REJO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 25 Institut Teknologi Sumatera (ITERA) meluncurkan inovasi teknologi tepat guna berupa “Selada Smart Monitoring” di Kampung Kali Rejo, Lampung Tengah. Inovasi berbasis Internet of Things (IoT) ini diserahkan langsung kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kali Rejo sebagai langkah strategis mendukung pertanian presisi (precision farming) di tingkat desa.
Alat ini dirancang untuk menjawab tantangan utama petani hidroponik, yakni ketidakpastian kadar nutrisi yang kerap menjadi penyebab utama gagal panen. Berbeda dengan sistem otomatisasi mahal yang rentan rusak, inovasi mahasiswa ITERA ini mengusung konsep “Smart Alerting System”.
Berbeda dengan sistem otomatisasi mahal yang rentan rusak, inovasi ini mengusung konsep “Smart Alerting System”. Alat ini berfungsi sebagai “mata digital” yang memantau kepekatan nutrisi (PPM) dan ketersediaan air selama 24 jam, lalu mengirimkan laporan kondisi tanaman langsung ke smartphone petani melalui aplikasi Telegram.
Solusi untuk Tantangan Petani Budidaya selada hidroponik memerlukan presisi tinggi. Kekurangan nutrisi menyebabkan tanaman kerdil, sementara kelebihan nutrisi dapat membakar akar. Selama ini, pengelola hidroponik BUMDes harus mengecek tandon secara manual berulang kali, yang dinilai tidak efisien.
“Saat ini petani selalu melakukan pengukuran nutrisi tanaman secara konvensional yang mewajibkan petani ke lokasi penanaman hanya untuk mengukur nutrisi” ujar Daniel Calvin Simanjuntak, pengembang sistem ini. “Sistem ini menghapus pengukuran secara konvensional tersebut. Kami memberikan alternatif berupa sistem monitoring nutrisi yang dapat berjalan tanpa harus mendatangi lokasi tanaman.”
Teknologi “Local First, Cloud Second” Keunggulan utama sistem ini terletak pada arsitektur teknologinya yang disebut “Local First”. Menyadari bahwa koneksi internet di area pertanian sering tidak stabil, sistem ini dirancang untuk tetap bekerja 100% akurat meskipun tanpa sinyal internet.
Data kondisi tanaman akan selalu tampil real-time pada layar LCD di lokasi kebun. Ketika koneksi internet tersedia, sistem secara cerdas akan mengirimkan notifikasi ke Telegram, hanya jika ada kondisi darurat (seperti nutrisi drop drastis ), sehingga petani tidak terganggu oleh notifikasi sampah (spam). Petani juga dapat memeriksa keadaan nutrisi dengan mengirimkan perintah melalui chat Telegram, sehingga petani dapat langsung mengetahui keadaan dari nutrisi saat ini.
Fitur Unggulan Selada Smart Monitoring:
Presisi Sensor TDS: Memantau Part Per Million (PPM) nutrisi sesuai fase umur tanaman (560–900 PPM).
- Presisi Sensor pH: Memantau kondisi pH air tandon agar tetap pada kondisi sehat.
- Presisi Sensor Suhu: Memantau kondisi suhu pada air tandon agar air tidak mengalami kenaikan suhu yang berlebihan.
Smart Telegram Bot: Mengirim peringatan dini (early warning) sebelum tanaman mengalami kerusakan permanen.
Desain Tangguh: Beroperasi mandiri tanpa bergantung penuh pada server/cloud.

“Kami berharap inovasi ini menjadi pemantik bagi masyarakat Kali Rejo untuk berani memulai budidaya hidroponik berbasis teknologi. Ini bukti bahwa pertanian modern bisa dimulai dari desa,” tutup Daniel.
Nama: Daniel Calvin Simanjuntak
Email: xxxxx.123140004@student.itera.ac.id
No. HP/WhatsApp: 0815xxxxxxxxx
Instagram : @kkn.tkalirejo25
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”




































































