Upaya pemberdayaan potensi desa terus dilakukan oleh mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh Kelompok R-10 yang saat ini tengah melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Mojokembang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Mays Amelia, S.H., M.H.
Dalam pelaksanaannya, Subkelompok 9 menghadirkan gagasan inovatif dengan memanfaatkan jagung lokal sebagai bahan dasar produk olahan bernilai tambah. Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat desa yang selama ini hanya menjual jagung dalam bentuk mentah dengan harga relatif rendah dan sangat bergantung pada tengkulak.
Jagung yang melimpah di Desa Mojokembang sebenarnya memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pengolahan membuat komoditas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, khususnya oleh kelompok ibu-ibu PKK. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi langsung dengan warga, diketahui bahwa sebagian besar ibu PKK belum memahami cara mengolah jagung menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Selama ini, jagung dengan harga sekitar Rp5.000 per satuan hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan sederhana atau langsung dijual setelah panen tanpa proses lanjutan. Akibatnya, peningkatan nilai ekonomi dari hasil pertanian tersebut belum dirasakan secara signifikan oleh keluarga petani.

Selain minimnya pengetahuan, kurangnya keterampilan pengolahan pangan juga menjadi tantangan tersendiri. Ibu-ibu PKK di Desa Mojokembang umumnya belum terbiasa memproduksi olahan jagung seperti nugget jagung, sirup jagung, maupun tepung maizena, padahal produk-produk tersebut memiliki peluang pasar yang cukup luas dan dapat dibuat dengan peralatan rumah tangga sederhana.
Menjawab permasalahan tersebut, mahasiswa UNTAG Surabaya Subkelompok 9 R-10 berinisiatif memberikan pendampingan dan pelatihan pengolahan jagung lokal menjadi berbagai produk inovatif. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada teknik produksi, tetapi juga bertujuan mengubah pola pikir masyarakat agar lebih melihat jagung sebagai bahan baku usaha bernilai ekonomi, bukan sekadar komoditas mentah.
Adapun produk yang dikembangkan meliputi nugget jagung, sirup jagung, dan tepung maizena. Ketiga produk tersebut dipilih karena proses pembuatannya relatif mudah, bahan baku tersedia melimpah, serta tidak memerlukan modal besar. Dengan demikian, produk olahan ini berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan yang dapat menambah pendapatan keluarga.
Melalui inovasi ini, mahasiswa berharap masyarakat Desa Mojokembang dapat lebih mandiri dalam mengelola potensi lokal yang dimiliki. Program ini juga membuktikan bahwa pengembangan ekonomi desa tidak selalu membutuhkan teknologi canggih, melainkan dapat dimulai dari pemanfaatan sumber daya sederhana dengan pendampingan yang tepat dan berkelanjutan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































