Kampale, 11 Januari 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Desa Kampale, Kec. Duapitue, Kab. SIDRAP berhasil mencuri perhatian warga setempat dengan inovasi kuliner yang tidak biasa, yaitu mengolah daun kelor menjadi camilan kekinian berupa mochi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN yang berfokus pada pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta pemanfaatan potensi lokal yang belum tergarap.
Inovasi Lokal untuk Peningkatan Ekonomi
Program KKN yang diadakan di Balai Desa Kampale ini dilaksanakan pada [Tanggal]. Acara ini melibatkan Mahasiswa KKN Posko Desa Kampale yang bertindak sebagai inisiator dan fasilitator, serta ibu-ibu PKK dan warga Desa Kampale sebagai peserta utama. Apa yang dilakukan? Yaitu pelatihan inovasi kuliner pembuatan Mochi berbahan dasar daun kelor.
Inovasi ini diinisiasi karena adanya kebutuhan mendesak untuk menciptakan peluang UMKM baru. Selain itu, tim KKN melihat melimpahnya daun kelor di pekarangan rumah warga yang selama ini belum diolah secara kreatif dan belum dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai jual komoditas lokal. Tim KKN menjalankan program ini dengan pelatihan langsung atau demonstrasi pembuatan, yang mengajarkan teknik pengolahan daun kelor menjadi bubuk, pencampuran adonan mochi, hingga proses pengemasan yang menarik dan higienis.
Mengubah Sayuran Superfood Menjadi Camilan Laris Manis
Inovasi mochi kelor ini lahir dari pengamatan tim KKN terhadap melimpahnya pohon kelor (Moringa oleifera) di pekarangan rumah warga Desa Kampale. Meskipun dikenal sebagai superfood dengan kandungan gizi tinggi, daun kelor selama ini hanya diolah menjadi sayur bening atau dibiarkan begitu saja.
“Wanda, Anggota Tim KKN Posko Kampale, menjelaskan, “Kami melihat potensi besar pada daun kelor ini. Daripada hanya menjadi sayuran biasa, kami mencoba mengangkatnya menjadi produk yang lebih disukai pasar, terutama anak muda. Mochi dipilih karena teksturnya yang unik dan sedang populer sebagai jajanan kekinian.”
Kepala Desa Kampale, Bapak vAshar Sose, menyambut baik inisiatif ini. “Ini adalah ide segar yang belum pernah terpikirkan. Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap ibu-ibu dan pelaku UMKM di sini bisa mendapatkan ide jualan baru. Daun kelor yang tadinya bernilai rendah, kini bisa diubah menjadi produk bernilai jual tinggi,” ujarnya.
Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai pelatihan semata, melainkan menjadi cikal bakal terbentuknya UMKM lokal Mochi Kelor yang mampu bersaing di pasar regional, memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Desa Kampale.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































