Surabaya – Upaya menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila kepada generasi muda kembali diwujudkan oleh mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur Program Studi Akuntansi melalui kegiatan Projek Pancasila bertema “Gotong Royong: Kegiatan Baik yang Bisa Kita Lakukan Bersama.” Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (28/11) di MI Plus Mutiara Islam Surabaya ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pembelajaran Pancasila secara langsung sekaligus mengenalkan nilai gotong royong kepada siswa sekolah dasar melalui pendekatan belajar sambil bermain. Program tersebut dirancang agar nilai kerja sama, toleransi, kepedulian sosial, dan rasa persatuan dapat dipahami siswa melalui aktivitas yang sederhana, interaktif, dan sesuai dengan dunia anak-anak.
Program edukatif ini tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga mengajak siswa melakukan praktik langsung melalui permainan interaktif seperti Puzzle Gotong Royong dan Game Garuda 100. Kegiatan dirancang agar siswa belajar sambil bermain, sehingga mereka dapat memahami makna kebersamaan dan nilai Pancasila secara lebih konkret.
Sebagai pembina kegiatan, Dr. Letda KC Taufikurrahman, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan Projek Pancasila ini menjadi wujud nyata penerapan nilai karakter di sekolah.
“Melalui kegiatan ini, nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipelajari di kelas, tetapi dipraktikkan langsung. Anak-anak diajak bekerja sama, menyelesaikan tugas dalam kelompok, dan memahami bahwa keberagaman adalah kekuatan,” ujarnya.
Kegiatan diikuti oleh siswa kelas 4–6 MI Plus Mutiara Islam. Para peserta terlihat antusias saat mengikuti permainan kelompok, menyusun puzzle, hingga berdiskusi mengenai makna gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Melalui aktivitas tersebut, siswa belajar berbagi peran, menghargai teman, serta menyelesaikan tantangan secara bersama-sama.
Siswa terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka aktif bekerja sama dalam menyusun puzzle, menebak nama pahlawan, hingga berdiskusi mengenai sikap-sikap yang mencerminkan nilai Pancasila. Pada akhir kegiatan, siswa diberi kesempatan menyampaikan kesan dan pembelajaran yang mereka dapatkan. Banyak siswa menyatakan bahwa kegiatan ini membuat mereka lebih memahami pentingnya saling membantu dan menghargai perbedaan di antara teman-teman.
Pihak sekolah MI Plus Mutiara Islam mengapresiasi kegiatan ini karena mampu menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Lingkungan sekolah menjadi lebih hidup, dan nilai-nilai kebersamaan tercipta melalui interaksi antara mahasiswa dan peserta didik.
Selain permainan, mahasiswa juga membuat Pojok Kenangan yang berisi hasil karya siswa sebagai bentuk ekspresi dari nilai gotong royong. Kegiatan ini ditutup dengan pemberian hadiah kepada kelompok siswa sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme dan kerja sama mereka selama acara berlangsung.
Dari hasil observasi mahasiswa, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan projek, yaitu meningkatnya pemahaman siswa terhadap nilai gotong royong, kemampuan bekerja sama, serta rasa toleransi dan empati di antara peserta. Para siswa dapat menjelaskan kembali makna gotong royong dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah.
Sebagai pelaksana, mahasiswa berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi aktivitas sekali jalan, tetapi dapat menjadi kebiasaan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
“Kami berharap nilai gotong royong yang ditanamkan hari ini dapat terus terbawa dalam kehidupan anak-anak, baik saat belajar, bermain, maupun berinteraksi dengan teman-temannya. Semoga pihak sekolah dapat melanjutkan kegiatan serupa agar karakter kebersamaan semakin kuat dan menjadi budaya positif,” ungkap Enda Tesalonika Br Boang Manalu selaku ketua pelaksana.
Para pelaksana juga berharap kerja sama antara UPN “Veteran” Jawa Timur dan MI Plus Mutiara Islam dapat terus berlanjut dalam kegiatan edukatif lainnya yang bertujuan memperkuat karakter siswa sesuai Profil Pelajar Pancasila.
“Semoga projek ini menjadi langkah awal menuju program berkelanjutan yang dapat mendukung pembentukan karakter siswa yang inklusif, peduli, dan mampu bekerja sama di tengah keberagaman,” tambahnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































