Kelompok mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang mengusung tema proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum MKWK Kehidupan Sehat Sejahtera 6 melaksanakan kegiatan edukasi mengenai pengelolaan limbah berbasis daur ulang untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan yang sehat dan bersih kepada siswa siswi MTSS EX-PGA UNIVA pada Sabtu, 18 oktober 2025.
Kelompok Proyek Kehidupan Sehat dan Sejahtera 6 terdiri dari 19 mahasiswa USU dari berbagai fakultas dan prodi. Ketua kelompok, Kayla Nazwa Syafira menyampaikan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan karena kurangnya pengetahuan tentang pemilahan dan pemanfaatan limbah. Karena itu, kelompok ini melakukan edukasi kepada siswa untuk menumbuhkan kesadaran mengelola limbah dengan benar serta memahami bahwa bahan bekas dapat diolah menjadi produk berguna. “Kami berharap siswa memahami bahwa pengelolaan limbah bukan hanya membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga memanfaatkan kembali bahan yang masih bisa digunakan. Edukasi ini diharapkan menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini,” ujarnya.Kegiatan dibuka dengan pemaparan materi mengenai prinsip dasar daur ulang dan contoh pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai. Mahasiswa memperkenalkan konsep 3R serta memberikan contoh hasil kerajinan yang mudah dibuat dari limbah plastik. Suasana kelas menjadi semakin interaktif saat sesi tanya jawab dimulai, siswa antusias mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai proses pengolahan sampah di lingkungan sekitar.
Setelah itu, mahasiswa menampilkan demonstrasi hasil kerajinan daur ulang sebagai gambaran nyata bahwa sampah dapat diubah menjadi produk kreatif. Sesi dilanjutkan dengan pemutaran video tutorial pembuatan kerajinan dari botol plastik. Melalui visual yang jelas, siswa dapat mengikuti setiap langkah pembuatan kerajinan sederhana. Sambil video diputar, mahasiswa membagikan angket untuk mengukur pemahaman sekaligus memastikan siswa mengikuti alur materi dengan baik.
Mahasiswa pendamping aktif membantu siswa yang mengalami kesulitan dan memberikan contoh langsung jika ada instruksi yang kurang dipahami. Aktivitas ini membuat suasana kelas terasa lebih hidup karena siswa terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran. Sejumlah siswa juga mengikuti sesi tanya jawab tambahan dan menerima hadiah gantungan kunci hasil daur ulang sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Salah satu siswa menyampaikan bahwa kegiatan ini memberinya perspektif baru mengenai sampah. “Ternyata sampah itu bisa dibuat jadi barang bagus. Kalau dijual juga bisa jadi uang. Jadi kegiatan ini bermanfaat, kami jadi tahu kalau sampah bisa jadi peluang,” ujarnya. Pihak sekolah mengapresiasi kegiatan yang dinilai sangat relevan dengan upaya meningkatkan budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami manfaat pengelolaan sampah, tetapi juga terdorong untuk mencoba membuat kerajinan sendiri di rumah maupun di sekolah.
Program ini sejalan dengan visi Universitas Sumatera Utara sebagai perguruan tinggi yang unggul dan mampu bersaing secara global melalui penerapan ilmu pengetahuan untuk kepentingan masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian semacam ini, mahasiswa didorong untuk menerapkan pengetahuan dalam konteks nyata, bekerja sama dalam tim, dan berkontribusi terhadap lingkungan sekitar.
Kegiatan di MTSS EX-PGA UNIVA ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi interaktif melalui materi, demonstrasi, video tutorial, dan evaluasi lebih efektif dalam membangun pemahaman dan kebiasaan baru. Diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal perubahan perilaku siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan serta memanfaatkan sampah sebagai peluang kreatif yang bernilai. Program lanjutan seperti pelatihan kerajinan atau pembentukan bank sampah sekolah diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan dampak kegiatan ini di masa mendatang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































