Latar belakang proyek ini didasarkan pada tingginya tingkat stres akademik dan tantangan digital distraction yang dihadapi siswa Generasi Z. Mahasiswa USU hadir dengan solusi inovatif berupa implementasi Literasi Digital Sehat dan metode belajar yang kreatif untuk memastikan siswa dapat menyelesaikan tugas tanpa terbebani kecemasan. Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 4, yaitu Pendidikan Berkualitas.
“Seperti yang kita tahu, siswa SMP sekarang itu hidup di era digital yang nggak bisa lepas dari gadget dan media sosial terlebih lagi metodebelajar di sekolah yang kurang menarik. Jadi, kalau nggak bijak, ini bisa bikin stres dan mengganggu semangat belajar mereka. Makanya, saya mengusulkan program ini untuk mengajak siswa belajar dengan cara yang lebih kreatif dan menyenangkan, sambil tetap memahami cara menggunakan media sosial secara sehat” jelas Kayla.
Program ini diawali dengan sesi sosialisasi interaktif tentang pemanfaatan teknologi secara bijak dalam proses belajar. Siswa kemudian diajak terlibat dalam serangkaian games yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menguji kefokusan mereka agar terhindar dari kebosanan selama sosialisasi. Sebagai puncak acara, siswa mengikuti kuis berbasis web yang dirancang dengan konsep menyenangkan dan kompetitif.
Dosen Fasilitator proyek ini, Pdt. Irama Br Purba, S.Th., M.si, menegaskan bahwa model proyek MKWK ini adalah jembatan penting antara teori kampus dan praktik di masyarakat.
“Model pembelajaran berbasis proyek MKWK melatih mahasiswa untuk berempati dan menyelesaikan masalah sosial yang kompleks, seperti mengatasi stres akademik di kalangan Gen Z. Kami sangat mengapresiasi inovasi yang ditawarkan Kelompok 24. Ini merupakan bukti nyata kontribusi USU dalam mencetak lulusan yang siap berkontribusi pada Pendidikan Berkualitas,” ujar Ibu Irama.
Pelaksanaan kegiatan meliputi sesi penyampaian materi, sesi tanya jawab interaktif, dan permainan edukatif. Metode yang digunakan disesuaikan dengan karakteristik Gen Z, yaitu cenderung visual dan menyukai aktivitas kelompok. Melalui games dan ice breaking yang seru, siswa diajak mempraktikkan keterampilan penting, seperti:
Manajemen waktu digital yang efektif untuk menyeimbangkan belajar dan screen time. Serta kterampilan berpikir kritis (critical thinking) untuk memilah informasi dan menghindari hoaks yang dapat memicu kecemasan saat mengerjakan tugas.
Kepala Sekolah atau perwakilan UPT SMP Dharma Pancasila, yang turut hadir dalam kegiatan, menyambut baik inisiatif mahasiswa USU. “Kami merasa sangat terbantu dengan proyek Literasi Digital Sehat ini. Mahasiswa USU telah membekali siswa kami dengan keterampilan yang sangat relevan di era ini. Pendekatan yang kreatif membuat siswa termotivasi dan belajar menjadi pengalaman yang menyenangkan, bukan menakutkan,” ungkap perwakilan sekolah tersebut dalam testimoninya.
Proyek ini berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif dan termotivasi, menjauhkan siswa dari bayang-bayang stres akademik. Keberhasilan ini juga menunjukkan kolaborasi multidisiplin, di mana Kelompok 24 terdiri dari mahasiswa lintas fakultas (seperti Ilmu Budaya,Teknik, Hukum, Pertanian, Farmasi dan Psikologi) yang bekerja sama untuk satu tujuan: mewujudkan pendidikan berkualitas bebas stres.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































