PEKANBARU, RIAU – Kasus pembacokan yang menimpa seorang mahasiswi di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau terus memicu reaksi luas. Selebgram Habib HDW secara tegas meminta Polda Riau melakukan monitoring ketat dan mendesak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Provinsi Riau memberikan atensi penuh.
Habib HDW menekankan bahwa meskipun pelaku saat ini sudah diamankan dan sedang diproses secara hukum oleh pihak kepolisian, pengawalan kasus tidak boleh berhenti begitu saja.
“Pelaku memang sudah diproses polisi, namun monitoring dari Polda Riau sangat diperlukan agar kasus ini berjalan transparan dan memberikan rasa adil bagi korban,” ujar Habib HDW kepada media, Kamis (26/2/2026).
Selain proses hukum, Habib secara khusus menyoroti pentingnya peran Dinas PPA Provinsi Riaudalam menangani dampak psikis yang dialami korban. Ia mendesak instansi tersebut untuk segera turun tangan memberikan pendampingan mental atau trauma healing.
“Kami meminta atensi dari Dinas PPA Riau. Fokus utama saat ini bukan hanya soal hukum, tetapi juga pemulihan mental bagi korban. Luka fisik mungkin sembuh, tapi trauma akibat pembacokan di lingkungan kampus ini sangat berat. Jangan biarkan korban berjuang sendirian,” tegasnya.
Habib berharap sinergi antara monitoring hukum oleh pihak kepolisian dan pendampingan psikologis dari Dinas PPA dapat memastikan korban mendapatkan haknya secara utuh, baik dari sisi keadilan hukum maupun kesehatan mental.
Sebelumnya, aksi nekat pelaku yang membacok di area kampus UIN Suska Riau sempat menghebohkan warga sekitar. Pelaku kini telah diringkus dan tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di kantor polisi setempat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































