Malam tahun baru yang katanya penuh kembang api dan doa, justru berubah jadi malam paling mengenaskan bagi operator Siskeudes se-Kabupaten Majalengka.
Tanggal 31 Desember 2025 bukan soal resolusi hidup, tapi deadline hidup-mati: hari terakhir input APBDesa Tahun Anggaran 2026 di aplikasi Siskeudes.
Sejak pagi, 330 desa kompak, rukun, dan serentak menyerbu aplikasi siskeudes. Hasilnya bisa ditebak: server overload, aplikasi reconnect lebih rajin daripada operator ngopi.
Klik simpan—reconnect.
Klik lanjut—reconnect.
Mau nyerah—eh inget deadline.
Operator pun setia duduk di depan laptop, menit ke jam berubah tanpa terasa. Ada desa yang cuma ubah sedikit data belanja, masih bisa senyum tipis. Tapi ada juga desa yang harus input dari perencanaan sampai penganggaran, satu per satu, RAB rinci secara detail, sambil berharap server lagi mood baik.
Pagi masih optimis.
Siang mulai pasrah.
Sore server masih “istirahat”.
Malam? Group WA rame: “Aplikasi lancar!”
Operator pun serentak masuk.
Dan… server down lagi.
Siskeudes seolah bilang: “Sabar ya, jangan serakah.”
Di tengah kepanikan massal ini, solusi yang datang hanya satu: “Mohon bersabar.”
Padahal kalau sejak awal penginputan dijadwalkan—misalnya wilayah utara dulu, selatan belakangan—mungkin server tidak tumbang berjamaah seperti ini.
Tapi apa daya, desa seakan dilepas begitu saja. Tanpa panduan jelas, tanpa skema antisipasi. Waktu terus berjalan, malam makin larut, dan layar laptop cuma menampilkan tulisan paling menyayat: reconnect.
Pertanyaannya, sampai kapan drama tahunan ini terus berulang?
Apa benar dengan anggaran yang ada, server layak masih jadi mimpi?
Atau memang sudah takdir: kerja harus cepat, tanpa kenal waktu, tapi fasilitas… ya segitu-gitu saja.
Di malam tahun baru, saat orang lain menghitung mundur detik menuju harapan, operator Siskeudes menghitung ulang… berapa kali reconnect hari ini. 😌💻🔥
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































