Masyarakat Indonesia Kian Mantap Berorientasi ke Era Digital
Jakarta, 15 September 2025 – Transformasi digital kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan realitas yang mulai membentuk pola hidup masyarakat Indonesia. Dari aktivitas belanja, transaksi keuangan, pendidikan, hingga layanan kesehatan, mayoritas warga kini semakin berorientasi ke dunia digital.
Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika, lebih dari 80% masyarakat Indonesia telah menggunakan layanan digital dalam aktivitas sehari-hari, dengan dominasi pada sektor e-commerce, transportasi online, serta pembayaran nontunai. Pandemi COVID-19 yang sempat melanda beberapa tahun lalu menjadi akselerator utama, mendorong masyarakat untuk terbiasa menggunakan layanan digital.
“Go digital bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Masyarakat semakin sadar bahwa kecepatan, efisiensi, dan aksesibilitas hanya bisa didukung oleh teknologi digital,” ujar Aditya Nugraha, pakar transformasi digital.
Lompatan di Sektor UMKM
Perubahan ini juga terasa signifikan di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Banyak UMKM yang kini beralih ke platform online untuk menjangkau konsumen lebih luas. Produk lokal yang sebelumnya hanya dikenal di pasar tradisional, kini bisa dipasarkan hingga ke luar negeri berkat marketplace digital.
Tantangan Literasi Digital
Meski tren go digital semakin kuat, tantangan tetap ada. Literasi digital menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi juga cerdas dan aman dalam memanfaatkan teknologi. Pemerintah bersama komunitas digital kini gencar melakukan edukasi tentang keamanan data, etika bermedia sosial, hingga cara memanfaatkan teknologi untuk produktivitas.
Menuju Ekonomi Digital
Orientasi masyarakat go digital diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia. Diproyeksikan, nilai ekonomi digital Indonesia bisa mencapai lebih dari USD 150 miliar pada 2025, menjadikannya salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.
Dengan orientasi yang semakin matang, masyarakat Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pelaku aktif dalam ekosistem digital global.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































