Bantul (MTsN 6 Bantul) – MTsN 6 Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan karakter cinta lingkungan melalui kegiatan Adiwiyata pada Jum’at (6/02/2026). Kegiatan ini diwujudkan dalam aksi penanaman tanaman yang melibatkan kolaborasi aktif antara guru dan siswa di lingkungan madrasah.
Sejak pagi hari, suasana sekolah tampak berbeda. Guru dan siswa bersama-sama membawa bibit tanaman, alat berkebun, serta pupuk organik untuk ditanam di area taman dan halaman sekolah. Kegiatan ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga menanam nilai tanggung jawab, kepedulian, dan kerja sama.
Kepala MTsN 6 Bantul Sugiyono menyampaikan bahwa gerakan adiwiyata Sekolah merupakan bagian dari pembiasaan karakter dalam Kurikulum Berbasis Cinta dan pembelajaran yang bermakna serta gembira. “Melalui kegiatan ini, siswa belajar langsung mencintai lingkungan. Mereka tidak hanya memahami teori pelestarian alam, tetapi juga mempraktikkannya secara nyata,” ujarnya.
Guru-guru turut mendampingi siswa dalam proses penanaman, mulai dari menggali tanah, menanam bibit, hingga menyiram tanaman. Interaksi hangat antara guru dan siswa terlihat jelas, mencerminkan pembelajaran yang kolaboratif dan penuh semangat. Salah satu siswa mengungkapkan rasa senangnya dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. “Kami jadi lebih peduli dengan lingkungan sekolah. Rasanya bangga bisa ikut menanam dan merawat tanaman,” tuturnya.
Melalui Gerakan Adiwiyata ini, diharapkan seluruh warga madrasah semakin sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Tanaman yang ditanam hari ini menjadi simbol harapan, bahwa generasi muda MTsN 6 Bantul tumbuh sebagai pribadi yang peduli, bertanggung jawab, dan berkarakter cinta lingkungan. Gerakan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi guru dan siswa mampu menghadirkan perubahan positif, dimulai dari langkah sederhana: menanam dan merawat bersama. (rch/vha)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































