Pendidikan Anak Usia Dini(PAUD) merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter dan fondasi spiritual anak.Di tengah arus informasi dan radikalisme, penanaman nilai-nilai Ahlusunnah Wal Jama’ah(ASWAJA) menjadi strategi penting untuk mencetak generasi yang moderat(tawasuth), seimbang(tawazun), dan toleran(tasamuh).Dalam Al-qur’an, Allah SWT berfirman:”Dan demikian (pula)kami telah menjadikan kamu(umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi atas(perbuatan) manusia dan agar Rosul(Muhammad) menjadi saksi atas(perbuatan) kamu.” (Q.S Al-Baqarah:143).Ayat ini menunjukkan bahwa umat Islam harus menjadi umat yang adil dan moderat dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam pendidikan.K.H. Hasyim Asy’ari pernah berkata:”Islam adalah agama yang cinta damai dan toleran, oleh karena itu, kita harus menjauhi segala bentuk kekerasan dan ekstremisme.”
Fondasi Karakter Berbasis Tradisi dan Moderasi
Nilai Aswaja bukan sekedar materi teologis, melainkan pola perilaku harian.Pakar pendidikan Islam menyebutkan bahwa usia 0-6 tahun adalah masa dimana anak menyerap kebiasaan dan penghormatan kepada sesama, anak diajarkan untuk memahami keberagaman sebagai sebuah keniscayaan.Pada tanggal 5 Desember 2025 melakukan pengamatan di TK elpist Temanggung yang di pimpin oleh seorang wanita yang luar biasa yang sering dikenal dengan sebutan Miss Yessi.Menurut beliau “menanamkan nilai agama pada anak kecil tidak bisa dilakukan melalui ceramah kaku”.Di PAUD elpist ini sudah mulai mengadopsi metode yang lebih menyenangkan, diantaranya:
•Mendongeng:Mengisahkan keteladanan Nabi Muhammad Saw dan para sahabat yang penuh kelembutan
•Pembiasaan adab:Melalui nyanyian atau rima, anak diajarkan do’a harian dan kata-kata ajaib seperti “maaf” dan “terima kasih”
•Simulasi ibadah visual:Mengenalkan tata cara sholat dengan pendekatan yang ceria tanpa tertekan.
Para guru juga mengajarkan nilai yang baik seperti memberikan kebebasan berkegiatan dan terarah sesuai dengan minat anak tanpa ada paksaan.
Keberhasilan penanaman nilai Aswaja sangat bergantung pada teladan(Uswah Hasanah).Guru di sekolah dan orang tua di rumah harus menjadi cermin dari nilai-nilai tersebut.
Di era digital,tantangan terbesar adalah konten digital yang mungkin bertentangan dengan nilai moderasi.Oleh karena itu, kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam memfilter tontonan anak menjadi sangat vital agar narasi kasih sayang khas Aswaja tetap mendominasi ruang pikir anak.
Sebagi penutup, saya merekomendasikan kepada guru dan orang tua untuk menanamkan nilai-nilai Aswaja kepada generasi muda khususnya anak-anak.Mari kita ajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai Aswaja sebagai benteng pertahanan dari radikalisme dan ekstremisme.
Sumber
Al-Qur’an Karim
Hasyim Asy’ari KH.Adabul ‘Alim wal Muta’alim
Hasil observasi langsung di PAUD Elpist
Wawancara dan keterangan dari Kepala PAUD, Miss Yessi
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































