Evaluasi kinerja Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI NU) pada 9 Desember 2025 tidak hanya membahas persoalan internal, tetapi juga menyoroti peran dan relevansi lembaga ini dalam dinamika kebencanaan nasional. Sebuah pernyataan kritis muncul dari Ketua LPBI NU Sarirejo, yang menilai LPBI saat ini “kehilangan momentum” dalam memberikan kontribusi nyata terhadap isu-isu kemanusiaan dan penanggulangan bencana nasional.

Pernyataan tersebut menjadi otokritik penting bagi lembaga yang berada di bawah organisasi massa terbesar di Indonesia. LPBI NU, dengan jaringan luas dan sumber daya besar, idealnya mampu tampil sebagai garda terdepan dalam respons kemanusiaan. Ketidaksigapan dalam memanfaatkan momentum mengindikasikan adanya jarak antara potensi besar yang dimiliki dengan realisasi kinerja di lapangan. Jaringan pengurus, kapasitas SDM, dan basis jamaah yang kuat seharusnya dapat dikonversi menjadi respons cepat, terstruktur, dan berdampak luas saat bencana terjadi.

Kritik ini sejalan dengan problem internal yang sebelumnya dibahas: minimnya pemahaman anggota mengenai peran LPBI serta stagnasi program. Sebuah lembaga kebencanaan akan kehilangan fungsinya ketika pergerakan di lapangan terhambat oleh lemahnya konsolidasi dan kesadaran kolektif. Jika anggota kesulitan dipersatukan atau bahkan tidak memahami tugas pokoknya, kemampuan mobilisasi saat bencana otomatis melemah.

Koordinator LPBI, M. Nursalim, menegaskan bahwa akar perbaikan terletak pada keseriusan menjalankan program, bukan sekadar menyusunnya. Baginya, “organisasi tanpa ide adalah organisasi mati”, namun ide yang tidak diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan juga sama halnya dengan organisasi yang kehilangan denyut nadi. Pernyataannya menggarisbawahi bahwa komitmen pada pelaksanaan program harus menjadi fokus utama agar LPBI kembali mendapatkan peran strategis dalam isu kebencanaan nasional.

Di sisi lain, Nursalim juga menekankan pentingnya audiensi yang selama ini dilakukan LPBI. Ia menyebut audiensi tersebut menghasilkan kerja sama strategis yang bermanfaat bagi keberlanjutan program. Dalam konteks penanggulangan bencana, kolaborasi dengan lembaga lain dan pemerintah bukan hanya pelengkap, tetapi merupakan kebutuhan vital. Tanpa jejaring yang kuat, akses informasi, dukungan logistik, hingga jalur koordinasi saat bencana akan tersendat. Kerja sama ini harus menjadi modal utama dalam mengembalikan momentum peran LPBI.

Kesadaran untuk bertransformasi akhirnya mengerucut pada sebuah kesepakatan konkret. Seluruh peserta evaluasi sepakat untuk mengimplementasikan program dengan target pelaksanaan maksimal tujuh hari ke depan. Resolusi berbasis tenggat waktu ini menjadi bukti adanya tekad kolektif untuk bangkit. Target ini bukan sekadar administrasi, tetapi bentuk pembuktian bahwa LPBI NU tetap mampu bergerak cepat, relevan, dan responsif terhadap mandat kemanusiaannya.

Dengan langkah ini, LPBI NU diharapkan kembali memainkan peran substansial dalam penanggulangan bencana dan isu perubahan iklim, sekaligus menunjukkan bahwa kendala internal tidak akan menghalangi amanah besar yang diembannya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































