Rasanya dewasa ini, hampir semua orang sudah mengenal “matcha. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia kuliner seolah tidak bisa lepas dari minuman ini. Mulai dari matcha latte di coffee shop, donat dan biskuit dengan flavor matcha, hingga versi kaki lima dengan harga yang terjangkau. Matcha disukai banyak orang bak primadona baru oleh seluruh kalangan. Namun, sebenarnya apa sih matcha itu? Apa bedanya teh hijau biasa dan bagaimana matcha bisa menyebar luas hingga viral seperti sekarang? Mari kita bahas!
Matcha bukan sekadar teh hijau bubuk biasa. Ia merupakan hasil dari proses rumit dan warisan budaya ratusan tahun. Matcha terbuat dari teh hijau yang disebut dengan “tencha”. Rahasia keunikannya terletak pada proses shading, yaitu proses menutupi tanaman teh agar mengurangi paparan sinar dan cahaya matahari sebelum dipanen selama 3 – 4 minggu. Proses shading inilah yang menyebabkan tencha mengalami perubahan rasa dan flavor yang unik, sehingga didapatkan rasa teh hijau dengan sensasi umami yang lebih tinggi, dengan rasa pahit yang minimal (Farooq et al. 2018). Tencha lalu dipetik, dicuci, dikeringkan, dan digiling menggunakan stone mills (mesin penggiling tradisional yang terbuat dari batu). Hasil akhirnya didapatkan produk matcha berbentuk bubuk / powder yang kita kenal selama ini (Fujioka et al. 2016).

Lebih jauh lagi, bagi para pecinta matcha mungkin sudah mengenal atau minimal pernah dengar dengan istilah ceremonial grade dan culinary grade. Ceremonial grade merupakan “kasta” matcha tertinggi. Grade ini terbuat dengan petikan daun teh termuda saat musim semi. Daun-daun muda inilah yang memberikan karakteristik warna hijau cerah yang vibrant dengan rasa umami yang kaya (Phuah et al. 2023). Jenis ini cocok dikonsumsi pada upacara minum teh tradisional Jepang, atau dapat dinikmati bagi pecinta matcha hardcore yang ingin merasakan sensasi dari kualitas terbaik, namun dengan harga yang lebih premium. Seiring berkembangnya tren konsumsi matcha sebagai rasa dan flavor pada kue, biskuit, roti, dan jenis kuliner lainnya, jenis matcha culinary grade lebih bersinar. Culinary grade dibuat dari daun yang yang lebih tua dan dipanen saat musim panas. Karakteristik rasa dan flavor jenis ini lebih menonjolkan sisi pahit dan sepat, dengan rasa gurih umami yang lebih minimal (White et al. 2025). Faktor inilah yang membuat culinary grade cocok dipadukan dengan bahan makanan lainnya, dengan harga yang lebih terjangkau.
Komponen kimia dibalik matcha sebagai pelaku rasa dan flavor khasnya adalah katekin dan theanine. Katekin merupakan sumber rasa pahit dan sepat, sementara theanine adalah kunci dari rasa umami dan gurih pada matcha. Theanine merupakan senyawa asam amino dominan pada teh, mencapai 60 – 70%. Proses shading-lah yang bertanggung jawab untuk membuat kadar theanine meningkat, sembari menurunkan kadar katekin, serta meningkatkan produksi klorofil yang mmebuat warna menjadi hijau cerah. Hal ini membuat matcha memiliki rasa dan flavor yang unik, memberikan impresi yang lebih umami, gurih dan pleasant dengan aftertaste manis, serta rasa pahit yang minimal (Kochman et al. 2020)
Daftar Pustaka
Farooq S, and AS-CR in N, 2018 undefined. 2018. Antioxidant activity of different forms of green tea: Loose leaf, bagged and matcha. foodandnutritionjournal.orgS Farooq, A SehgalCurrent Research in Nutrition and Food Science Journal, 2018•foodandnutritionjournal.org. 6(1):35–40. doi:10.12944/CRNFSJ.6.1.04.
Fujioka K, Iwamoto T, Shima H, Tomaru K, Molecules HS-, 2016 undefined. The powdering process with a set of ceramic mills for green tea promoted catechin extraction and the ROS inhibition effect. mdpi.com., siap terbit. [diakses 2025 Nov 11]. https://www.mdpi.com/1420-3049/21/4/474.
Kochman J, Jakubczyk K, Antoniewicz J, Mruk H, Janda K. 2020. Health Benefits and Chemical Composition of Matcha Green Tea: A Review. Molecules. 26(1). doi:10.3390/molecules26010085.
Phuah Y, Chang S, Ng W, … ML-FR, 2023 undefined. A review on matcha: Chemical composition, health benefits, with insights on its quality control by applying chemometrics and multi-omics. ElsevierYQ Phuah, SK Chang, WJ Ng, MQ Lam, KY EeFood Research International, 2023•Elsevier.
White HM, Meyer BR, McCormack JD, Lawson HP, Niemeyer ED. 2025. Comparison of culinary and ceremonial matcha green teas: relationship between phytochemical composition and antioxidant properties. Journal of Food Measurement and Characterization.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































