Buku “Belajar dari Teh” karya Syarafmaulini itu keren banget, guys. Gue baca ini waktu kuliah, dan langsung jatuh cinta karena bukan cuma tentang teh, tapi kayak pelajaran hidup yang dibungkus dengan cerita pribadi. Diterbitin tahun 2019 sama Gramedia, sekitar 200 halaman, tapi isinya padat banget. Syarafmaulini, penulisnya, itu orang Indonesia yang super cinta teh, dan dia pake teh sebagai metafora buat ngomongin nilai-nilai kayak kesabaran, kebijaksanaan, sama keseimbangan. Buku ini mulai dari pengalaman dia kecil kecilan, belajar minum teh dari neneknya, sampe dia jalan-jalan ke kebun teh di Cina, Jepang, India, sama Taiwan. Gaya tulisannya ringan, autobiografis, penuh humor, anekdot, sama fakta sejarah yang bikin gue ngerasa kayak lagi ngobrol sama temen. Bukan novel fiksi, tapi esai-esai reflektif yang bikin kita mikir ulang tentang hidup sehari-hari.
Di pengantarnya, Syarafmaulini cerita gimana teh jadi bagian dari hidupnya sejak kecil. Aroma teh panas itu bantu dia ngatasi stres masa kecil, dan sekarang jadi ritual harian. Buku ini hasil refleksi bertahun-tahun, dan
dia ajak pembaca buat ngerenungin kehidupan lewat hal-hal sederhana kayak secangkir teh. Dari situ, isi buku masuk ke bab-bab tentang jenis teh berbeda, dimulai sama teh hijau yang simbolin kesegaran sama pertumbuhan. Dia cerita kunjungan ke kebun teh di pegunungan Cina atau Jepang, ngeliat petani panen daun muda pagi-pagi, dikukus cepat biar rasa ringan sama antioksidan tinggi. Teh hijau ini kayak ajarin kita buat nggak takut belajar dari kesalahan, kayak daun yang belum matang tapi penuh potensi. Contohnya, Syarafmaulini cerita kegagalan karier awalnya yang akhirnya bikin dia lebih kuat. Gue suka bagian ini karena bikin gue inget kalau hidup itu proses, nggak harus langsung sempurna.
Lanjut ke teh hitam, yang oksidasinya penuh sampe daunnya gelap sama rasa kuat, kayak Assam dari India atau Ceylon dari Sri Lanka. Syarafmaulini bahas sejarah perdagangan teh sama Inggris abad ke-19, yang bikin teh jadi komoditas global, sampe dia jalan ke Sri Lanka buat liat proses rolling sama fermentasi yang bikin teh lebih kompleks, aroma earthy nya berkembang lama. Teh hitam ini ajarin tentang kekuatan sama transformasi— tantangan hidup bikin kita lebih tangguh. Analoginya keren, kayak kegagalan bisnis dia yang awalnya pahit tapi akhirnya kasih kekuatan. Ini bikin gue mikir, perubahan itu nggak selalu buruk, malah bisa jadi kesempatan buat evolusi.
Bab teh oolong itu favorit gue, karena semi-fermentasi sama simbol keseimbangan antara
hijau sama hitam, kayak yang dari Taiwan atau Fujian. Prosesnya rumit, daun digulung sama dioksidasi sebagian buat rasa unik yang beda-beda tergantung waktu. Syarafmaulini cerita kunjungan ke Taiwan, belajar dari petani tentang “waktu yang tepat” buat hentiin fermentasi, sambil ngeliat kebun terasering yang hijau banget. Pelajarannya harmoni, kayak nyeimbangin kerja keras sama istirahat. Contoh pribadinya tentang konflik karier sebagai penulis sama keluarga, yang diselesaiin lewat ritual minum teh bareng. Ini bikin gue sadar, hidup nggak harus ekstrem; keseimbangan itu kunci buat nggak burnout.
Teh putih selanjutnya, yang paling minimal proses—cuma dikeringin alami, kayak silver needle dari Cina. Syarafmaulini gambarin kebun di pegunungan, tekan keaslian tanpa bahan kimia, daun dipetik dari pucuk muda buat rasa halus sama manis. Ini ajarin kesederhanaan sama keaslian, hargain esensi tanpa ribet modern. Refleksinya tentang balik ke ritual sederhana di era digital, kayak tinggalin gadget waktu minum teh. Gue sering lakuin ini sekarang, bikin hidup lebih tenang.
Teh pu-erh itu menarik, difermentasi mikroba bertahun-tahun sampe makin enak sama usia. Penulis jelasin penyimpanan di gudang lembab Yunnan, Cina, mikroba alami ubah rasa dari pahit jadi kompleks. Analoginya sama pengalaman hidup yang butuh waktu buat matang. Dia cerita beli pu-erh tua di pasar Cina, rasain evolusi rasa seiring usia. Pelajarannya kedewasaan datang dari waktu, kayak sabar nunggu impian. Ini bikin gue inget kalau nggak semua hal instan; proses itu yang bikin berharga.
Bab teh herbal sama campuran itu tentang kreativitas, kayak matcha atau eksperimen Syarafmaulini. Dia cerita workshop di Jepang, belajar campur rasa buat fleksibilitas hidup.
Ini ajarin inovasi, hidup nggak harus ikut aturan ketat.
Penutupnya, Syarafmaulini bilang teh itu guru hidup, ajarin hidup sadar, hargain proses, sama temuin kebijaksanaan di hal sederhana. Dia dorong bikin ritual minum teh sendiri sebagai meditasi, kasih resep sederhana sama saran baca ulang. Buku ini metafora siklus hidup, dari kesegaran sampe kedewasaan, ajarin kesabaran, transformasi, keseimbangan, kesederhanaan, waktu, sama kreativitas. Gaya autobiografis sama fakta sejarah, plus foto, bikin inspiratif. Cocok buat yang suka self-help atau pecinta teh, kayak gue yang sekarang rajin minum teh tiap hari buat refleksi.
Judul Menggali Ajaran Kebijaksanaan Dalam Chado Penulis Syarafmaulini Penerbit Brilliant Books Tahun Terbit 2023 Peresensi Muhammad Putra Hardiyansyah NIM 202510350110028 |

Muhammad Putra Hardiyansyah
Prodi Peternakan
Universitas Muhammadiyah
Malang
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































