Pernahkah kamu berfikir, apakah saat tidur otak juga ikut beristirahat atau justru sebaliknya? Ketika kita tertidur, otak menjadi salah satu organ yang paling sibuk dan dibalik mata yang terpejam saat tidur otak kita bekerja. Kebanyakan orang pasti akan berpikir bagaimana mimpi dapat muncul atau bagaimana kita bisa mengingat memori sebelumnya, lalu apa saja yang sebenarnya dilakukan oleh otak? Mengapa otak tetap aktif walaupun kebanyakan orang berpikir bahwa tidur adalah waktu untuk mengistirahatkan tubuh.
Tidur merupakan keadaan istirahat yang penting bagi kesehatan, di mana tubuh dan pikiran memulihkan diri dari kelelahan. Tidur adalah proses biologis kompleks yang ditandai dengan perubahan pada aktivitas otak, penurunan daya tanggap karena beberapa organ yang beristirahat, dan perlambatan fungsi fisiologis seperti detak jantung dan pernapasan. Secara umum, fase siklus tidur kita mengalami 4 tahapan tidur. Keempat tahap itu adalah Non Rapid Eye Movement (NREM) fase 1, Non Rapid Eye Movement (NREM) fase 2, Non Rapid Eye Movement (NREM) fase 3, atau Slow Wave Sleep (SWS), dan fase 4 Rapid Eye Movement (REM).
Perbedaan mendasar dari fase tidur REM dan NREM yaitu, NREM adalah fase tidur ringan hingga lelap yang bertujuan untuk penyembuhan jaringan dan pembangunan otot atau restorasi fisik, fase NREM ini terdiri dari 3 tahap aktivitas otak semakin melambat, sedangkan REM adalah fase tidur hingga bermimpi yang ditandai dengan aktivitas otak yang meningkat, gerakan mata yang cepat, dan kelumpuhan otot sementara. Pada fase tidur ini, NREM mendahului REM dalam setiap siklus, di mana seseorang memulai tidur dengan NREM 1, NREM 2, NREM 3, hingga memasuki fase REM.
Lalu apa saja yang dilakukan otak ?
1. Penguatan Memori (Memory Consolidation)
Pada saat tidur, kita mengalami konsolidasi memori yang melibatkan sistem limbik. Artinya saat mimpi kita melakukan recalling memory atau mengingat kembali. Memori deklaratif seperti informasi – informasi yang telah kita peroleh diperkuat terutama saat tidur Non-REM, khususnya Slow Wave Sleep (SWS). Pada fase ini, aktivitas yang lambat membuat otak berada pada kondisi optimal untuk memindahkan informasi dari hipokampus pada memori jangka pendek menuju neokorteks menjadi memori jangka panjang. Proses ini memungkinkan memori menjadi lebih stabil dan tahan lama. Saat kita terjaga, hipokampus sibuk menyimpan informasi baru. Saat tidur SWS, gangguan dari luar berhenti, sehingga otak dapat mengalokasikan sumber daya untuk memperkuat memori. Hal ini penting karena, tanpa adanya pengulangan memori ini, memori tidak akan berpindah ke sistem neokortikal dan akan mudah hilang.
2. Pembersihan Limbah Otak (Glymphatic System)
Selama tidur khususnya tidur NREM, sistem glymphatic bekerja jauh lebih aktif membersihkan toksin dibanding saat bangun. Sistem ini memanfaatkan aliran cairan serebrospinal (CSF) untuk membersihkan limbah metabolik, termasuk beta-amyloid, yaitu protein yang jika menumpuk dapat meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer. Volume ruang antar-sel otak dapat meningkat hingga 60% saat tidur, sehingga proses pembersihan menjadi lebih efisien. Hal ini dilakukan saat tidur karena energi otak saat terjaga digunakan untuk aktivitas kognitif. Sedangkan saat tidur, energi dapat dialihkan untuk perawatan dan detoksifikasi. Oleh karena itu, apabila kurang tidur akan berdampak kepada penurunan fungsi kognitif dan peningkatan toksin otak.
3. Pengolahan Emosi dan Regulasi Mood saat Tidur
Saat kita bangun, amigdala sebagai pusat emosi menjadi sangat aktif, sedangkan saat kita tidur, khususnya tidur REM koneksi antara amigdala dan Prefrontal Cortex atau bagian otak yang mengatur kontrol diri, penalaran, dan regulasi emosi akan mengalami penyesuaian ulang. Sedangkan selama tidur REM, otak memutar ulang pengalaman emosional sebelumnya tetapi tanpa hormon norepinefrin atau hormon yang memicu respon stres akhirnya menyebabkan pengalaman emosional diproses tanpa rasa cemas dan intensitas emosi negatif berkurang. Oleh karena itu, sering kali kita merasa lebih tenang setelah tidur.
Bagian Otak Mana yang Bekerja saat Tidur?
Lalu, bagian mana saja yang bekerja saat tidur? beberapa bagian otak bekerja secara aktif, termasuk talamus yang selama tidur REM mengirimkan informasi sensorik ke korteks serebral untuk membangun mimpi. Hipotalamus yang telibat dalam pengaturan jam atau pola tidur, dan produksi hormon. Selain itu juga terdapat hipocampus yang menjadi bagian aktif untuk memproses dan memperkuat memori serta mengubahnya menjadi memori jangka panjang. Bagian lainnya yaitu prefrontal cortex atau bagian yang berkaitan dengan mimpi dan tiingkat aktivitasnya dapat memengaruhi seberapa jelas kita mengingat mimpi yang terjadi.
Otak kita tetap bekerja walaupun di saat tidur, tidur bukanlah kondisi pasif. NREM, terutama SWS, membantu otak menyimpan dan menata ulang informasi yang kita pelajari. REM bekerja melengkapi proses tersebut dengan mengolah emosi dan menghubungkan ide-ide lama–baru. Keduanya terjadi dalam ritme 70 – 90 menit yang teratur, sehingga satu malam penuh tidur adalah kunci agar otak dapat menjalankan seluruh rangkaian proses ini secara optimal. Oleh karena itu, tidur menjadi hal yang sangat penting bagi kesehatan dan erat kaitannya dengan kerja otak kita.
SUMBER REFERENSI
About Sleep | NICHD – Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development. (2019, April 29). National Institute of Child Health and Human Development (NICHD). Retrieved November 29, 2025, from https://www.nichd.nih.gov/health/topics/sleep/conditioninfo
Fakultas Psikologi. (2024, July 14). Fakultas Psikologi. Retrieved November 29, 2025, from https://psikologi.untag-sby.ac.id/web/beritadetail/hippocampus-menilik-bagian-otak-berbentuk-kuda-laut-yang-berperan-dalam-pengolahan-memori.html
Febriani, A. R. (2022, September 13). Apa yang Terjadi pada Otak Manusia Saat Tertidur? detikcom. Retrieved November 29, 2025, from https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6289878/apa-yang-terjadi-pada-otak-manusia-saat-tertidur
Ihsansia, M. (n.d.). Otak Kita Tidak Bekerja saat Tidur, Benarkah?
Klinzing, J. G., Niethard, N., & Born, J. (2019). Mechanisms of systems memory consolidation during sleep. Nature Neuroscience, 22(10), 1598-1610.
Mengenal 4 Fase Tahapan dalam Siklus Tidur Manusia. (2024, June 16). Ciputra Hospital. Retrieved November 29, 2025, from https://ciputrahospital.com/fase-siklus-tidur/#1_NREM_Fase_1
Mengenal Bagian Otak dan Fungsinya Bagi Tubuh. (2024, November 4). Alodokter. Retrieved November 29, 2025, from https://www.alodokter.com/mengenal-bagian-otak-dan-fungsinya-bagi-tubuh
Nedergaard, M., & Goldman, S. A. (n.d.). Glymphatic failure as a final common pathway to dementia. Science, 370(6512), 50-56.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































