Yogyakarta – Ramadan tidak hanya menjadi momentum memperbanyak ibadah, tetapi juga kesempatan bagi generasi muda untuk belajar menyiarkan nilai-nilai Islam. Suasana tersebut tampak dalam kegiatan Lomba Azan yang digelar MAN 1 Yogyakarta sebagai bagian dari rangkaian Pesantren Ramadan 1447 H, yang diikuti oleh perwakilan murid dari setiap kelas, Selasa, (10/03/2026).
Dalam lomba tersebut, setiap kelas mengirimkan dua peserta untuk mengikuti kompetisi. Para peserta tampil secara bergiliran sesuai nomor undian yang telah ditentukan. Setiap penampilan berlangsung selama 5 hingga 8 menit, dan peserta tidak diperkenankan mengulang apabila terjadi kesalahan saat melantunkan azan. Hal ini menjadikan para peserta berhati-hati dan berkonsentrasi penuh dalam melafalkan azan.
Penilaian lomba dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari Kepala Unit Keagamaan, M. Amin, MA dan salah satu guru Bahasa Arab, M Fadlil Afif, Lc. Kriteria dibagi menjadi tiga bagian. Yang pertama adalah makhraj dan tajwid yang menilai kefasihan pelafalan huruf serta ketepatan kaidah bacaan (maksimal 40 poin). Selanjutnya adalah irama dan kualitas suara yang menilai kemerduan serta keindahan lagam azan (maksimal 40 poin). Yang terakhir adalah penjiwaan dan adab yang mencakup kekhusyukan, sikap, serta kerapian peserta saat tampil (maksimal 20 poin).

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya madrasah dalam menanamkan nilai-nilai keislaman kepada murid melalui kegiatan yang edukatif sekaligus inspiratif. Edi menilai ramadan adalah momentum yang sangat baik untuk menumbuhkan kecintaan murid terhadap syiar Islam. “Melalui lomba azan ini, murid tidak hanya belajar melafalkan azan dengan baik, tetapi juga memahami makna panggilan ibadah yang menjadi identitas umat Islam,” ujar Edi.
Sementara itu, Kepala Unit Keagamaan, M. Amin, MA,. menjelaskan bahwa lomba azan merupakan salah satu program yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan religius murid sekaligus melatih keberanian tampil di depan publik. “Kami ingin memberikan ruang bagi murid untuk mengasah kemampuan dalam bidang keagamaan, khususnya dalam melantunkan azan secara benar sesuai kaidah tajwid. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kepercayaan diri dan penghayatan mereka terhadap syiar Islam,” jelas Amin.
Melalui kegiatan ini, madrasah berharap para murid tidak hanya mampu melantunkan azan dengan baik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang mencintai ibadah dan siap menghidupkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. (luf)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































