Dalam dinamika pembangunan masyarakat, kelompok lanjut usia sering kali menjadi kelompok yang terlupakan. Padahal, merekalah generasi yang telah membangun fondasi sosial, budaya, dan perekonomian desa selama bertahun-tahun. Oleh sebab itu, keberadaan Sekolah Lansia Mentari Senja di Desa Sungai Lebung, Kecamatan Pemulutan Selatan, bukan hanya sebuah program pendidikan nonformal, tetapi juga wujud penghormatan sosial yang sangat berarti.
Dalam salah satu sesi wawancara, Ibu Fatmawati, S.Pd, selaku Kepala Sekolah Lansia Mentari Senja, menyampaikan dengan penuh ketulusan bahwa,
“Sekolah lanjut usia ini adalah upaya pendidikan sepanjang hayat bagi lansia. Kegiatannya berjalan sangat lancar.”
Pernyataan tersebut mencerminkan kesadaran bahwa pendidikan tidak berhenti pada usia tertentu. Bagi para lansia, sekolah ini menjadi ruang baru untuk tetap aktif, menjaga kualitas hidup, dan merasa terlibat dalam lingkungan sosialnya.
Program ini berdiri berkat kolaborasi antara Balai KB Kecamatan Pemulutan Selatan, pemerintah desa, TP-PKK, serta pengurus sekolah. Kurikulum berbasis 7 Dimensi Lansia Tangguh disusun menyesuaikan kondisi, kemampuan, serta kearifan lokal masyarakat. “Kurikulum dibuat sesuai kondisi lansia dan kearifan lokal,” ujar Ibu Fatmawati, menegaskan pentingnya pendekatan yang dekat dengan realitas kehidupan lansia.
Meskipun berjalan dengan baik, program ini tetap menghadapi berbagai kendala. Faktor kehadiran menjadi tantangan yang sering muncul, baik karena kondisi kesehatan peserta maupun tradisi sosial di desa.
“Kalau musim kondangan, banyak warga belajar yang tidak hadir,” tuturnya dengan nada memahami. Hal ini menunjukkan bagaimana kehidupan sosial desa memengaruhi ritme kegiatan pendidikan.
Keterbatasan sumber daya manusia juga menjadi isu penting. “Potensi yang belum maksimal adalah ketersediaan tutor,” jelas beliau. Masih banyak lansia yang ingin bergabung, tetapi kuota harus dibatasi agar proses belajar tetap kondusif. Dukungan dana juga belum bersifat tetap, sehingga beberapa rencana pengembangan belum dapat direalisasikan.
Meski demikian, ada kekuatan besar yang membuat program ini terus bertahan: dukungan penuh dari pengurus, fasilitas yang diberikan pemerintah desa, keterlibatan puskesmas dalam pemeriksaan kesehatan, serta antusiasme lansia yang begitu tinggi. Harapan Ibu Fatmawati menggambarkan nilai emosional program ini:
“Semoga saja para lansia ini di usia senjanya tetap aktif, berdaya guna, dan selalu bahagia.”
Harapan itu bukan sekadar kalimat penutup wawancara. Ia adalah gambaran nyata dari tujuan pendidikan sepanjang hayat yang sesungguhnya. Program seperti Sekolah Lansia Mentari Senja menunjukkan bahwa lansia bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, tetapi bagian penting dari masyarakat yang perlu terus diberdayakan.
Di tengah fasilitas sederhana dan dukungan terbatas, sekolah ini berhasil memantik semangat baru bagi para lansia. Mereka tidak hanya belajar, tetapi juga kembali merasakan kebersamaan, keceriaan, dan kesempatan untuk mengisi hari tua dengan aktivitas bermakna.
Sekolah Lansia Mentari Senja adalah bukti bahwa program kecil dapat memberikan dampak besar. Ia menjadi simbol bahwa sebuah desa akan semakin kuat ketika tidak melupakan generasi yang lebih dahulu membangun. Dengan dukungan yang konsisten dan pengembangan yang berkelanjutan, cahaya Mentari Senja tidak hanya akan menyinari usia senja para lansia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk melakukan hal serupa.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































