Bandar Lampung – Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) FISIP Universitas Lampung, Galih Nurul Huda, menyampaikan rasa belasungkawa atas berbagai tragedi yang terjadi di Indonesia pada 29–30 Agustus 2025 yang mengakibatkan luka bagi sejumlah orang bahkan merenggut nyawa. Ia juga mengajak seluruh elemen mahasiswa dan rakyat yang akan turun ke jalan pada 1 September 2025 untuk menyuarakan aspirasi secara damai dan bermartabat.
Dalam pernyataannya, Galih menekankan bahwa momentum aksi tersebut harus dijadikan wadah perjuangan mahasiswa dan rakyat Lampung untuk memperjuangkan keadilan tanpa harus terjebak dalam provokasi maupun tindakan anarkis.
“Tanggal 1 September 2025 akan menjadi momentum penting bagi mahasiswa Lampung dan seluruh rakyat Lampung yang turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi. Aksi ini merupakan wujud nyata bahwa mahasiswa masih konsisten menjalankan perannya sebagai agen perubahan. Tapi, di balik semangat kita untuk menyuarakan, kita juga harus tetap berhati-hati. Jangan sampai semangat yang membara justru dimanfaatkan oleh pihak yang ingin memancing keributan,” ujar Galih Nurul Huda, Sabtu (30/8/2025).
Lebih lanjut, Galih mengingatkan bahwa mahasiswa Lampung berasal dari berbagai kampus dan organisasi, namun memiliki tujuan yang sama dalam menyuarakan kepentingan rakyat. Karena itu, ia mengajak agar semua elemen tetap bersatu, saling menjaga, serta tidak mudah diadu domba.
“Kekuatan kita ada pada persatuan. Jangan sampai kita terpecah oleh isu-isu kecil. Besok, Lampung akan menjadi sorotan, dan kita harus tunjukkan bahwa mahasiswa mampu menjaga kondusivitas, soliditas, serta marwah demokrasi,” tegasnya.
Selain itu, Galih juga menyampaikan pesan kepada aparat keamanan agar tetap mengedepankan dialog dan mengutamakan keselamatan bersama. Ia menegaskan bahwa demonstrasi adalah jalan konstitusional untuk menyuarakan aspirasi rakyat, bukan ruang untuk menimbulkan ketakutan.
“Kami berharap aparat keamanan dan mahasiswa bisa berjalan beriringan. Mari junjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, hindari kekerasan, dan buktikan bahwa aspirasi rakyat bisa disampaikan dengan damai serta bermartabat,” pungkasnya.