Garut, 06 Maret 2026 – Dalam rangka menyambut datangnya malam Nuzulul Qur’an di bulan suci Ramadan, MIS Ar-Raudhotun Nur kembali menghadirkan kegiatan edukatif yang sarat nilai spiritual bagi para siswanya. Salah satu kegiatan yang digelar adalah program Menulis Al-Qur’an Juz 30, sebuah aktivitas yang tidak hanya melatih keterampilan menulis, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap kitab suci umat Islam sejak usia dini.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh antusias oleh seluruh siswa. Setiap siswa diminta untuk menuliskan seluruh surat yang terdapat dalam Juz 30 pada buku tulis mereka masing-masing. Suasana kelas yang biasanya dipenuhi aktivitas pembelajaran akademik, kali ini berubah menjadi ruang yang dipenuhi dengan ketenangan dan kekhusyukan. Satu per satu siswa menyalin ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan penuh kehati-hatian, berusaha menulis dengan rapi dan benar. Program ini merupakan bagian dari komitmen MIS Ar-Raudhotun Nur dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan pada setiap proses pembelajaran. Madrasah percaya bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus membangun fondasi spiritual yang kuat bagi para siswa.

Kepala madrasah bersama para guru berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi para siswa untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Dengan menulis langsung ayat-ayatnya, siswa tidak hanya membaca, tetapi juga merasakan kedekatan yang lebih mendalam dengan kalam Ilahi. Di sela-sela kegiatan menulis tersebut, Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, Insan Faisal Ibrahim, S.Pd, turut hadir meninjau langsung pelaksanaan kegiatan di setiap kelas. Ia menyapa para siswa, memberikan motivasi, serta menjelaskan makna penting dari peristiwa Nuzulul Qur’an. Dalam kesempatan tersebut, Insan menyampaikan bahwa kegiatan menulis Al-Qur’an bukan sekadar tugas sekolah, tetapi merupakan bentuk latihan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci umat Islam. “Al-Qur’an adalah pedoman hidup bagi seluruh umat Islam. Ketika kalian menulis ayat-ayatnya, sebenarnya kalian sedang belajar untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Mudah-mudahan dari kegiatan sederhana ini tumbuh rasa cinta dan kebiasaan untuk selalu membaca Al-Qur’an setiap hari,” ungkapnya kepada para siswa.

Insan juga menjelaskan kepada para siswa tentang sejarah turunnya Al-Qur’an yang terjadi pada malam yang sangat mulia, yaitu malam Nuzulul Qur’an di bulan Ramadan. Menurutnya, memahami sejarah turunnya Al-Qur’an akan membuat siswa semakin menghargai keagungan kitab suci tersebut. “Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Peristiwa itu menjadi awal dari petunjuk Allah bagi seluruh umat manusia. Oleh karena itu, kita sebagai umat Islam harus menjaga, membaca, dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya dengan penuh semangat.
Kegiatan menulis Al-Qur’an ini juga menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan. Selain meningkatkan kemampuan menulis huruf Arab, kegiatan ini juga membantu siswa mengingat kembali surat-surat pendek yang sering dibaca dalam shalat. Para guru yang mendampingi kegiatan tersebut juga memberikan arahan agar siswa menulis dengan penuh kesabaran dan ketelitian. Mereka berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman spiritual yang berkesan bagi para siswa.

Bagi MIS Ar-Raudhotun Nur, kegiatan seperti ini merupakan bagian penting dari upaya membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan spiritualitas yang kuat. Madrasah ingin menanamkan pemahaman bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipelajari, dicintai, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan Menulis Al-Qur’an Juz 30 ini, diharapkan para siswa dapat merasakan keindahan ayat-ayat suci sekaligus memahami betapa mulianya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia. Dengan langkah-langkah kecil yang dilakukan sejak dini, madrasah optimis bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an akan tumbuh kuat dalam hati para siswa.
Kegiatan ini pun menjadi salah satu bukti bahwa pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman terus hidup dan berkembang di lingkungan MIS Ar-Raudhotun Nur. Semangat para siswa yang menulis ayat demi ayat menjadi gambaran nyata bahwa generasi muda Islam tetap memiliki harapan besar untuk tumbuh sebagai generasi yang mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan.
Kontributor : Insan Faisal Ibrahim, S.Pd
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































