Siaran Berita, Solo, (17/1/2026) – Langkah hidup tidak selalu dibentuk oleh satu jalur tunggal, dan Raden Fikri Aufa Dzakwan adalah contoh nyata bagaimana pilihan untuk berjalan di dua dunia sekaligus dapat melahirkan karakter yang utuh. Ia tumbuh dalam ruang yang menuntut ketepatan berpikir sekaligus ketahanan fisik, memadukan dunia akademik dengan disiplin bela diri yang keras namun penuh filosofi. Dari ruang kelas hingga arena pertandingan, setiap fase hidupnya dijalani dengan kesadaran bahwa prestasi sejati lahir dari proses panjang yang dijaga dengan konsistensi, bukan dari sorotan sesaat.
Raden Fikri Aufa Dzakwan merupakan mahasiswa Diploma III Akuntansi Universitas Sebelas Maret (UNS), putra daerah asal Kota Bekasi, yang dikenal luas di kalangan karateka nasional dengan nama atlet Hazel. Identitas ini bukan sekadar nama panggung, melainkan representasi karakter yang ia bangun sejak lama: tenang, terkontrol, dan fokus pada tujuan. Sebagai student-athlete, ia memosisikan diri sebagai pribadi yang mampu menyeimbangkan ketajaman logika akuntansi dengan kekuatan mental dan fisik hasil tempaan latihan karate bertahun-tahun. Kombinasi inilah yang membentuk personal branding Raden Fikri sebagai figur muda yang disiplin, analitis, dan memiliki daya juang tinggi dalam menghadapi tekanan di berbagai medan.

Perjalanan karier olahraganya dimulai sejak 2016 bersama Bandung Karate Club (BKC), sebuah fase pembinaan yang menuntut kesabaran dan komitmen jangka panjang. Tidak semua fase berjalan mudah, namun justru dari proses inilah mental kompetitifnya terbentuk. Dari kejuaraan tingkat daerah hingga nasional, ia terus mengasah kemampuan, hingga akhirnya mampu menembus level internasional. Prestasi demi prestasi yang diraih pada rentang 2019 hingga 2025 menjadi bukti bahwa keberhasilan Raden Fikri bukanlah lonjakan instan, melainkan akumulasi kerja keras yang dilakukan secara berkelanjutan.
Keistimewaan Raden Fikri terletak pada kemampuannya menguasai dua cabang utama karate secara seimbang. Pada kategori kata, ia menampilkan presisi teknik, ketenangan gerak, dan kedalaman penghayatan yang menjadi standar atlet kelas senior. Sementara dalam kumite, ia dikenal memiliki refleks cepat, strategi adaptif, dan stamina kompetitif yang terjaga. Evolusi prestasinya dari kelas kadet hingga senior sabuk hitam menunjukkan konsistensi performa yang jarang dimiliki atlet muda, sekaligus mencerminkan kedewasaan dalam membaca pertandingan dan mengendalikan emosi.
Kesibukan di dunia olahraga tidak menjauhkan Raden Fikri dari tanggung jawab akademik dan sosial. Melalui program MBKM, ia terjun langsung ke masyarakat dengan menjalani pengabdian di BUMDes Desa Kemiri. Di ruang ini, ilmu akuntansi yang dipelajarinya tidak berhenti sebagai teori, tetapi diterapkan untuk membantu pengelolaan dan pengembangan ekonomi desa. Pengalaman tersebut memperkuat posisinya sebagai mahasiswa yang tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga memahami pentingnya kebermanfaatan ilmu bagi lingkungan sekitar.

Dimensi kreatif juga menjadi bagian dari perjalanan personalnya. Ketertarikan pada desain komunikasi visual membawanya meraih prestasi di bidang non-olahraga, termasuk dalam ajang desain poster tingkat universitas. Bagi Raden Fikri, kreativitas adalah ruang lain untuk menyalurkan gagasan dan nilai-nilai positif yang selama ini ia pegang. Seni visual menjadi medium reflektif yang melengkapi kerasnya latihan fisik dan rutinitas akademik, sekaligus menunjukkan fleksibilitas minat dan bakat yang ia miliki.
Keseluruhan perjalanan ini menempatkan Raden Fikri Aufa Dzakwan sebagai representasi generasi muda yang tidak terjebak pada satu identitas tunggal. Ia hadir sebagai atlet karate berprestasi, mahasiswa akuntansi yang aplikatif, dan individu kreatif yang terus berkembang. Nama Hazel bukan sekadar identitas di atas matras, tetapi simbol dari karakter yang dibangun melalui disiplin, konsistensi, dan keberanian menjalani proses panjang. Dengan fondasi tersebut, langkah-langkahnya ke depan tidak hanya menjanjikan prestasi lanjutan, tetapi juga kontribusi nyata di ruang profesional dan sosial yang lebih luas.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































