Garut, 28 Desember 2025 – Dedikasi seorang guru sejati kerap terlihat bukan hanya saat berada di dalam kelas, tetapi justru pada waktu-waktu sunyi ketika sebagian besar orang masih menikmati masa jeda sebelum aktivitas sekolah dimulai. Hal inilah yang ditunjukkan oleh Insan Faisal Ibrahim, S.Pd, Guru MIS Ar-Raudhotun Nur, yang dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab profesional telah melakukan persiapan pembuatan Asesmen Diagnostik bagi siswa-siswanya menjelang dimulainya semester genap.
Meski masih terdapat jeda waktu kurang lebih satu minggu sebelum kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung, Insan Faisal memilih untuk memanfaatkan waktu tersebut dengan merancang instrumen asesmen secara matang dan terencana. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memahami kondisi awal siswa secara menyeluruh, baik dari aspek kognitif maupun non-kognitif, sehingga proses pembelajaran ke depan dapat berjalan lebih efektif, humanis, dan tepat sasaran.
Asesmen diagnostik yang disiapkan tidak semata-mata bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik siswa, seperti literasi, numerasi, dan pemahaman materi dasar. Lebih dari itu, Insan Faisal juga menaruh perhatian besar pada aspek non-kognitif yang kerap luput dari perhatian, seperti kondisi emosi, motivasi belajar, kepercayaan diri, hingga latar belakang lingkungan keluarga siswa. Menurutnya, pemahaman menyeluruh terhadap peserta didik merupakan fondasi utama dalam membangun pembelajaran yang bermakna. “Setiap anak datang ke kelas dengan cerita, kemampuan, dan kebutuhan yang berbeda. Asesmen diagnostik ini saya siapkan agar saya tidak mengajar dengan asumsi, tetapi berdasarkan data dan kondisi nyata siswa,” ujar Insan Faisal.

Persiapan asesmen ini dirancang dengan pendekatan sederhana namun mendalam, disesuaikan dengan karakteristik siswa madrasah. Instrumen yang disusun mencakup pertanyaan tertulis, pengamatan perilaku, serta refleksi ringan yang memungkinkan siswa mengekspresikan perasaan dan harapannya terhadap pembelajaran. Dengan cara ini, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping dan fasilitator tumbuh kembang siswa.
Hasil dari asesmen diagnostik tersebut nantinya akan menjadi pijakan utama bagi Insan Faisal dalam merencanakan pembelajaran berdiferensiasi. Insan berkomitmen untuk menyesuaikan strategi, metode, dan media pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing siswa. Siswa yang membutuhkan pendampingan lebih akan mendapatkan perhatian khusus, sementara siswa yang memiliki kemampuan lebih akan diarahkan untuk terus berkembang secara optimal.
Langkah ini menunjukkan kesadaran pedagogis yang tinggi bahwa keberhasilan pembelajaran tidak bisa diseragamkan. Justru dengan memahami perbedaan, guru dapat menciptakan iklim belajar yang adil, inklusif, dan memerdekakan. “Pembelajaran yang baik bukan soal seberapa cepat materi selesai, tetapi seberapa jauh siswa bisa tumbuh sesuai dengan kemampuannya. Dari sinilah asesmen diagnostik menjadi sangat penting,” tambahnya.
Apa yang dilakukan Insan Faisal Ibrahim, S.Pd menjadi gambaran nyata profesionalitas guru madrasah di era pendidikan modern. Ia membuktikan bahwa guru madrasah tidak hanya menjalankan tugas rutin, tetapi juga terus belajar, merencanakan, dan berinovasi demi kualitas pendidikan yang lebih baik. Semangatnya mempersiapkan pembelajaran sejak dini menjadi inspirasi bagi sesama pendidik untuk tidak menunggu waktu, melainkan memanfaatkan setiap kesempatan demi masa depan generasi penerus.
Di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang, dedikasi Insan Faisal menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan ketulusan. Dari ruang persiapan yang sederhana, ia menanam harapan besar agar setiap siswa di MIS AR-RAUDHOTUN NUR dapat belajar dengan nyaman, bermakna, dan sesuai dengan jati diri mereka masing-masing.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































