Garut, 28 Desember 2025 – Komitmen guru MIS Ar-Rhaudotun Nur dalam mendidik siswa tidak berhenti ketika kegiatan belajar mengajar di sekolah diliburkan. Justru di masa libur inilah peran guru semakin terasa, terutama dalam memastikan peserta didik tetap menjalani aktivitas yang positif dan bernilai. Hal ini ditunjukkan oleh Ai Nia Rahma, S.Pd, Guru Kelas 6 MIS Ar-Rhaudotun Nur, yang secara konsisten melakukan pemantauan siswa meskipun mereka berada di rumah melalui kolaborasi aktif bersama para orang tua.
Selama masa libur sekolah, Ai Nia Rahma terus menjalin komunikasi dengan wali murid untuk mengetahui kegiatan keseharian siswa. Pemantauan tersebut meliputi kebiasaan ibadah, aktivitas belajar ringan, hingga rutinitas positif yang tetap dijalankan anak-anak di rumah. Bagi Ai Nia Rahma, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga, sehingga komunikasi yang baik menjadi kunci utama dalam menjaga kesinambungan pembinaan karakter siswa. “Walaupun anak-anak sedang libur sekolah, kami sebagai guru tetap merasa memiliki tanggung jawab untuk memantau dan mengarahkan. Pendidikan tidak berhenti di sekolah, tetapi juga berlanjut di rumah dengan peran besar dari orang tua,” ujar Ai Nia Rahma, S.Pd.
Salah satu contoh nyata sinergi yang terbangun dengan baik terlihat pada Ananda Muhammad Fahmi Al Ghifari, siswa kelas 6 MIS Ar-Rhaudotun Nur. Melalui komunikasi yang intens antara guru dan orang tua, diketahui bahwa Fahmi tetap menjalankan berbagai kebiasaan positif selama libur sekolah. Ibunda Fahmi menjadi salah satu orang tua yang aktif menjalin kerja sama dengan guru dalam mendampingi putranya.

Salah satu rutinitas yang terus dijaga adalah pelaksanaan shalat sunat Duha. Meskipun tidak sedang berada di lingkungan madrasah, Fahmi tetap melaksanakan shalat Duha secara konsisten sebagai bentuk pembiasaan ibadah yang telah tertanam sejak di sekolah. Program shalat Duha sendiri merupakan program unggulan MIS Ar-Rhaudotun Nur yang rutin dilaksanakan dan menjadi bagian dari pembinaan karakter spiritual siswa.
Ai Nia Rahma menegaskan bahwa keberlanjutan program ini di rumah menjadi indikator keberhasilan pendidikan karakter di madrasah. “Kami bersyukur ketika melihat anak-anak tetap menjalankan pembiasaan yang sudah ditanamkan di madrasah. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai ibadah mulai tumbuh menjadi kesadaran pribadi siswa,” ungkapnya.
Dari sisi orang tua, dukungan penuh juga terus diberikan. Ibunda Ananda Muhammad Fahmi Al Ghifari menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian dan kepedulian guru selama masa libur sekolah. “Kami sebagai orang tua merasa sangat terbantu dengan adanya komunikasi dari guru. Ini membuat kami lebih sadar untuk terus mendampingi anak di rumah. Alhamdulillah, Fahmi tetap melaksanakan shalat Duha meskipun libur, karena sudah terbiasa sejak di madrasah,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi dengan guru memberikan motivasi tersendiri bagi anak. “Ketika anak tahu bahwa gurunya tetap memperhatikan, mereka jadi lebih semangat untuk menjaga kebiasaan baik. Kami berharap kerja sama seperti ini terus terjalin,” tambahnya.
Konsistensi yang ditunjukkan Ai Nia Rahma, S.Pd dalam memantau siswa selama masa libur mencerminkan wajah pendidikan yang humanis dan berkelanjutan. Guru tidak hanya hadir sebagai pengajar di kelas, tetapi juga sebagai pendamping yang peduli terhadap perkembangan siswa secara menyeluruh, baik akademik maupun spiritual.
Kolaborasi aktif antara guru dan orang tua ini menjadi kekuatan utama MIS MIS Ar-Rhaudotun Nur dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan karakter positif kepada peserta didik. Dari madrasah hingga rumah, proses pendidikan terus berjalan dengan harmonis. Melalui langkah sederhana namun konsisten ini, MIS Ar-Rhaudotun Nur kembali menegaskan perannya sebagai madrasah yang menempatkan pembinaan akhlak dan spiritualitas sebagai fondasi utama pendidikan. Sinergi guru dan orang tua menjadi bukti bahwa pendidikan yang kuat lahir dari kerja sama, kepedulian, dan komitmen bersama demi masa depan generasi yang beriman dan berakhlak mulia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































