Bantul, 14 Oktober 2025 — Suasana penuh semangat terlihat di Sekolah Lansia BKL Al-Afiyah, Dusun Salakan, Potorono, Bantul. sebuah lembaga yang diresmikan BKKBN Pusat pada 5 Juli 2024 dan dikelola bersama masyarakat, termasuk Prof. Dr. Nurus Sa’adah dari UIN SUKA. Dengan kurikulum resmi dari BKKBN, sekolah ini rutin belajar dua minggu sekali tentang kesehatan dan kehidupan lansia, serta bekerja sama dengan perguruan tinggi seperti UGM. Bahkan, sekolah ini menjadi satu-satunya SL BKL yang diwisuda langsung oleh Bupati Bantul pada jenjang setara S1.
Sebagai bagian dari implementasi mata kuliah Pendidikan Usia Lanjut, mahasiswa Pendidikan Nonformal UNY menyelenggarakan kegiatan bertema “Meracik Aroma, Merangkai Cerita” yang diikuti 50 lansia. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesehatan fisik, relaksasi mental, dan kebersamaan sosial melalui aktivitas yang sederhana namun bermakna.
Acara dimulai dengan senam lansia yang membuat suasana hidup dan menyenangkan. Para peserta mengikuti gerakan dengan penuh tawa dan energi. Banyak yang merasakan tubuh lebih ringan, termasuk Ibu Ridho (67 tahun) yang mengaku lebih segar setelah bisa bergerak bersama teman-temannya.

Setelah itu, peserta mendapat penyuluhan dan praktik meracik aromaterapi dari Dinas Kesehatan Bantul. Mereka belajar menggunakan bahan alami seperti daun sirih, jeruk nipis, dan kemangi untuk relaksasi dan kesehatan. Lansia juga langsung meracik aromaterapi mereka sendiri, sehingga kegiatan terasa bermanfaat sekaligus menenangkan.
Kegiatan ditutup dengan sesi berbagi pengalaman yang menjadi momen paling hangat. Para peserta saling bercerita tentang keluarga, kesehatan, dan perjalanan hidup. Menurut Ibu Mus, Kepala Sekolah Lansia, kegiatan ini bukan hanya soal belajar, tetapi juga membuat lansia merasa bahagia, dihargai, dan saling terhubung.
Program “Meracik Aroma, Merangkai Cerita” menunjukkan bahwa belajar tidak pernah berhenti, sekalipun di usia lanjut. Melalui pembelajaran yang partisipatif dan menyenangkan, kegiatan ini membantu lansia tetap sehat, percaya diri, dan aktif dalam komunitas. Evaluasi menunjukkan bahwa seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, memahami manfaat aromaterapi, serta semakin termotivasi menjalani hidup sehat dan saling mendukung sebagai sebuah keluarga besar.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan nonformal memiliki peran besar dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Dengan pendekatan yang sederhana namun bermakna, Sekolah Lansia Al-Afiyah mampu menghadirkan pembelajaran yang menyehatkan tubuh, menenangkan pikiran, dan mempererat hubungan sosial di lingkungan Dusun Salakan, Potorono, Banguntapan, Bantul.
Selain kegiatan di sekolah lansia, kami juga mendampingi program lanjutan yang dilaksanakan di Embung Potorono, tepatnya di Umbul Potorono. Bersama Rumah Sakit Harjo Lukito, para lansia mengikuti pemeriksaan kesehatan, jalan santai mengitari embung, hingga terapi air di kolam renang Potorono. Pendampingan ini bukan hanya tentang memberikan pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk saling belajar, saling menguatkan, dan menikmati waktu bersama.
Antusiasme para lansia dalam setiap sesi memperlihatkan bahwa semangat belajar tidak pernah berhenti meski usia bertambah. Dari senyum dan cerita mereka, kami melihat bahwa pendidikan bisa menjadi sumber kebahagiaan, rasa percaya diri, serta keberdayaan. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi pemantik bagi para lansia untuk terus aktif, sehat, dan tetap berperan penting dalam kehidupan sosial di lingkungan mereka.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































