Indonesia dikenal sebagai negara majemuk dengan kekayaan suku, agama, ras, dan budaya. Keberagaman ini merupakan pedang bermata dua; bisa menjadi kekuatan yang luar biasa, namun juga tantangan jika tidak dikelola dengan baik, sehingga harmoni multikultural menjadi pilar krusial bagi persatuan bangsa. Konteks ini sangat terasa di lingkungan perguruan tinggi seperti Universitas Andalas (Unand), di mana interaksi antar mahasiswa dengan latar belakang berbeda terjadi setiap harinya. Menyadari posisi strategis mahasiswa sebagai agen perubahan, Kelompok 2 Pancasila menginisiasi proyek bertajuk “Kontribusi Mahasiswa Unand dalam Merawat Harmoni Multikultural Berbasis Nilai-Nilai Keagamaan”. Proyek ini bertujuan untuk melihat lebih dalam bagaimana mahasiswa Unand menggunakan nilai-nilai keagamaan yang mereka anut bukan sebagai pembeda melainkan sebagai fondasi utama dalam membangun sikap saling menghormati dan kerja sama. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap mahasiswa angkatan 2022-2025, kami menggali perspektif nyata mengenai praktik toleransi di lapangan.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, ditemukan bahwa mahasiswa Unand memiliki pemahaman yang matang dalam merawat keberagaman, di mana mereka mendefinisikan multikultural sebagai kondisi hidup berdampingan dengan saling menghargai. Suasana pergaulan di kampus dinilai cukup inklusif karena mahasiswa dari berbagai daerah mampu bekerja sama dengan baik dalam perkuliahan maupun organisasi tanpa terganggu oleh sekat-sekat kedaerahan. Menariknya, nilai agama terbukti memiliki pengaruh signifikan sebagai kompas moral; responden mengakui bahwa ajaran agama justru menjadi panduan utama untuk menjaga sikap dan menghormati perbedaan, seperti menyesuaikan jadwal kegiatan organisasi dengan waktu ibadah teman yang berbeda keyakinan. Selain itu, keterlibatan dalam kepanitiaan atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang beragam memberikan dampak positif yang nyata, membuat mahasiswa menjadi lebih terbuka dan menciptakan hubungan yang jauh lebih harmonis.
Sebagai penutup, proyek ini menyimpulkan bahwa harmoni di kalangan mahasiswa Universitas Andalas bukan sekadar wacana, melainkan praktik nyata yang berjalan beriringan dengan nilai religiusitas. Lingkungan kampus telah menjadi ruang aman di mana inklusivitas terjaga dan nilai keagamaan berfungsi sebagai perekat yang memperkuat etika pergaulan. Kegiatan kemahasiswaan pun terbukti berperan vital sebagai laboratorium kebinekaan yang melatih kedewasaan bersikap. Ke depannya, temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi pihak kampus untuk terus merancang kegiatan yang mempromosikan interaksi lintas budaya secara efektif, memastikan Universitas Andalas tetap menjadi benteng persatuan dalam keberagaman.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































