Bantul (MaN 4 Bantul) – Pimpinan MAN 4 Bantul menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga nilai kebersamaan dan kekeluargaan melalui kegiatan silaturahmi dan kepedulian sosial kepada keluarga besar madrasah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (02/02/2026) dengan mengunjungi kediaman dua guru MAN 4 Bantul, yakni Dwi Mulyono dan Rahmawati Nafiah, yang berdomisili di wilayah Sleman.
Silaturahmi tersebut menjadi wujud nyata perhatian dan solidaritas keluarga besar MAN 4 Bantul kepada sesama, sekaligus menegaskan bahwa madrasah tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya ikatan sosial yang kuat. Kehadiran pimpinan madrasah disambut hangat dan penuh keakraban, mencerminkan suasana kekeluargaan yang terjalin erat di antara warga madrasah.
Dalam kesempatan tersebut, pimpinan MAN 4 Bantul menyampaikan dukungan moral serta semangat kebersamaan agar nilai saling menguatkan terus terjaga. Silaturahmi ini juga menjadi sarana untuk mempererat komunikasi, berbagi semangat positif, dan menumbuhkan optimisme dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari budaya madrasah yang menjunjung tinggi nilai kepedulian sosial. “Keluarga besar MAN 4 Bantul dibangun atas dasar kebersamaan dan saling peduli. Melalui silaturahmi seperti ini, kami ingin memastikan bahwa setiap warga madrasah merasa menjadi bagian dari satu keluarga yang saling menguatkan dan mendukung,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa semangat gotong royong dan empati sosial harus terus dirawat sebagai karakter utama madrasah. Dengan terjalinnya silaturahmi ini, diharapkan hubungan kekeluargaan antarwarga MAN 4 Bantul semakin solid dan harmonis, sekaligus menjadi teladan positif dalam membangun lingkungan madrasah yang humanis, peduli, dan penuh semangat kebersamaan. (lel)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































