MI Hidayatul Faizien Perkuat Pendidikan Agama Melalui Program Kepesantrenan untuk Mencetak Generasi Berakhlak Mulia
Garut, 21 November 2025 – MI Hidayatul Faizien terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan agama melalui sebuah program unggulan yang sejak beberapa tahun terakhir menjadi ciri khas madrasah, yakni Program Kepesantrenan. Program ini dirancang sebagai upaya sistematis untuk memperdalam pemahaman siswa terhadap ajaran Islam secara menyeluruh. Melalui pendekatan yang lebih intensif dan terstruktur, program ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam akidah, akhlak, dan ibadah.
Program Kepesantrenan dilaksanakan setiap hari sepulang sekolah, sehingga siswa dapat mengikuti kegiatan belajar formal pada pagi hari dan memperdalam keilmuan agama pada siang hingga sore hari. Dengan pola pembiasaan semacam ini, madrasah berharap nilai-nilai ilmu agama melekat secara kuat pada diri peserta didik, baik dalam perilaku sehari-hari maupun dalam kebiasaan beribadah.
Dalam program ini, siswa diberikan pembelajaran berbasis kitab-kitab dasar pesantren yang selama puluhan tahun menjadi rujukan utama bagi lembaga-lembaga pendidikan Islam tradisional. Materi yang diajarkan mencakup Safinah, Tijan, Akhlaqul Banin, dan Tashrifan. Keempat materi tersebut dipilih karena dinilai mampu menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter dan pengetahuan agama tingkat dasar.

Kitab Safinah mengajarkan konsep-konsep penting dalam fikih ibadah; mulai dari wudu, salat, hingga tata cara bersuci. Sementara Tijan memuat ajaran tauhid dan berbagai prinsip keimanan yang harus dipahami seorang Muslim sejak dini. Materi Akhlaqul Banin memberikan tuntunan mengenai adab dan akhlak terhadap sesama, guru, orang tua, hingga lingkungan sekitar. Sedangkan Tashrifan membantu siswa memahami perubahan kata dalam bahasa Arab, sehingga mereka lebih siap saat mempelajari Al-Qur’an dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. Dengan cakupan materi yang luas tersebut, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dilatih untuk membiasakan diri menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan nyata.
Penanggung jawab sekaligus pengawas utama dalam Program Kepesantrenan ini adalah Kepala Madrasah, Bapak H. Aceng Malyan, S.Pd.I., bersama Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Bapak Dedi Rustandi, M.Pd. Keduanya ikut terlibat secara langsung dalam pengawasan, evaluasi, hingga pendampingan pelaksanaan program. Dalam kesempatan tertentu, Bapak Kepala Madrasah menyampaikan pandangannya mengenai urgensi program tersebut. “Program Kepesantrenan ini kami jalankan sebagai ikhtiar untuk menjaga dan memperkuat pemahaman agama siswa. Madrasah bukan hanya tempat belajar membaca dan menghitung, tetapi juga tempat membentuk akhlak. Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang mencintai ilmu agama dan menerapkannya dalam kehidupan,” ujar beliau.

Beliau menambahkan bahwa pembelajaran agama tidak bisa diberikan secara instan.
“Agar nilai keislaman benar-benar tertanam, diperlukan pembiasaan yang konsisten. Inilah yang menjadi dasar mengapa program dilaksanakan setiap hari sepulang sekolah. Kami ingin mereka terbiasa, bukan sekadar mengetahui,” lanjutnya.
Sementara itu, Bapak Dedi Rustandi, M.Pd., selaku Waka Kurikulum, memberikan apresiasi terhadap perkembangan siswa selama mengikuti kegiatan. “Ada banyak perubahan positif yang kami lihat dari pelaksanaan program ini. Anak-anak menjadi lebih disiplin dalam ibadah, lebih santun dalam berbicara, dan lebih menghargai guru serta teman-temannya. Setiap pelaksanaan kegiatan selalu memberikan kesan yang baik karena siswa semakin menunjukkan akhlak yang mulia,” ungkapnya.
Bapak Dedi juga menegaskan bahwa program ini tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menghadirkan suasana belajar yang nyaman dan akrab sehingga siswa merasa bahwa belajar ilmu agama adalah hal yang menyenangkan. “Kami ingin siswa merasakan kehangatan suasana pesantren. Mereka bisa bertanya, berdiskusi, bahkan mempraktikkan apa yang mereka pelajari. Dari situ muncul kebiasaan-kebiasaan baik yang terus berkembang setiap harinya,” imbuhnya.
Di lapangan, para guru yang terlibat pun memberikan catatan positif. Setiap pertemuan program kepesantrenan selalu meninggalkan kesan baik. Siswa tampak lebih tenang, lebih sopan, dan lebih mudah diarahkan. Ada peningkatan yang signifikan dalam cara mereka membaca Al-Qur’an, memahami dalil-dalil fikih, hingga berperilaku di lingkungan madrasah. Bahkan beberapa guru menyampaikan bahwa anak-anak menjadi lebih dekat dengan ilmu agama dan memperlihatkan semangat baru setiap kali kegiatan dimulai.
Keberhasilan ini juga dirasakan oleh orang tua. Mereka menilai bahwa program kepesantrenan MI Hidayatul Faizien memberi dampak positif terhadap karakter anak-anak di rumah. Beberapa orang tua menyampaikan bahwa anak mereka menjadi lebih rajin beribadah, lebih sopan saat berbicara, dan lebih bertanggung jawab saat diberi tugas. Setiap sesi program selalu diakhiri dengan refleksi bersama, di mana guru memberikan pesan moral harian yang diambil dari materi kitab atau pengalaman siswa selama kegiatan berlangsung. Kesan baik selalu muncul di akhir kegiatan, karena siswa merasakan bahwa mereka mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan suasana belajar yang menenangkan.
Madrasah berharap program ini dapat terus berjalan dengan konsisten dan semakin berkembang dari waktu ke waktu. Dengan menanamkan nilai agama sejak dini, MI Hidayatul Faizien yakin mampu membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki pemahaman agama yang kuat sehingga dapat menjadi fondasi dalam menghadapi perkembangan zaman. Pada akhirnya, Program Kepesantrenan di MI Hidayatul Faizien bukan hanya kegiatan belajar tambahan, melainkan sebuah upaya mencetak generasi berjiwa islami yang memahami ilmu, mencintai ibadah, dan berperilaku sesuai tuntunan agama. Dengan dukungan guru, orang tua, dan seluruh pihak madrasah, program ini menjadi cahaya baru dalam membangun kualitas pendidikan Islam yang lebih baik dan bermakna.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































