TANGSEL – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan membuka peluang besar pengembangan kendaraan listrik di wilayahnya.
Hal itu ditegaskan Pilar saat menerima audiensi Asosiasi Industri Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) yang membawa puluhan perusahaan produsen motor listrik beserta industri suku cadangnya.
Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut setelah sebelumnya jajaran Pemkot Tangsel bertemu dengan Sekjen AISMOLI.
Pilar juga menyambut baik, pertemuan itu dan berharap kerjasama bisa segera direalisasikan secara konkret.“Alhamdulillah hari ini kami mendapatkan kunjungan balasan dari AISMOLI,” kata Pilar, di Gedung Pusat Pemerintah Kota, Serua, Ciputat.
Mudah-mudahan bisa ditingkatkan menjadi kerja sama yang erat antara Pemkot Tangsel dengan AISMOLI supaya kita menciptakan sebuah ekosistem kota yang ramah lingkungan, yang sustain, dan tentu saja memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.
Pilar menegaskan, masa depan transportasi adalah kendaraan listrik. Karena itu, Tangsel harus mulai bersiap membangun ekosistem yang mendukung, sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan dan arah kebijakan nasional.
Dalam diskusi tersebut, lanjut Pilar, sejumlah hal dibahas, mulai dari kendala industri, regulasi, hingga harapan kedua belah pihak. Pilar bahkan mendorong agar Tangsel dapat menjadi kota percontohan pengembangan sepeda motor listrik.
Lebih lanjut, Pemkot juga membuka kemungkinan penggunaan kendaraan listrik untuk operasional pemerintahan. “Baik itu nanti kendaraan dinas, transportasi publik, sampai mungkin kendaraan roda tiga untuk pengangkutan sampah, bisa saja ke depan kita arahkan ke listrik,” jelasnya.
Meski demikian, Pilar mengakui, penggunaan kendaraan listrik di lingkungan dinas saat ini masih sangat kecil. Namun, ia menekankan bahwa perubahan harus segera dimulai. Bahkan, secara pribadi ia telah menggunakan motor listrik untuk menunjang aktivitas kunjungan kerjanya.
Selain kendaraan, infrastruktur pendukung turut menjadi perhatian. Pemkot siap memfasilitasi pemasangan charging station di kantor kecamatan maupun kelurahan apabila memungkinkan.
Di sisi lain, bengkel konvensional juga didorong agar mampu menangani perawatan motor listrik sehingga masyarakat tidak kesulitan saat terjadi kendala teknis.
“Kalau ada trouble, masyarakat harus tahu bengkelnya di mana. Ini bagian dari ekosistem,” ujarnya.
Tak hanya berfokus pada industri dan infrastruktur, Pilar juga menekankan pentingnya pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) lokal.
Pilar berharap, perusahaan-perusahaan motor listrik dapat membuka peluang magang maupun pekerjaan bagi anak-anak muda Tangsel.
“Kita punya SDM anak-anak muda yang mau bekerja. Kalau bisa magang atau bekerja di perusahaan-perusahaan motor listrik, bawalah SDM kami. Insyaallah yang unggul akan kita seleksi supaya mereka bisa bekerja atau dilatih dan punya pengalaman,” ujarnya.
Saat ini, industri pabrik motor listrik memang belum ada di Tangsel. Namun, menurutnya, showroom sudah cukup banyak dan beberapa bengkel mulai berkembang.
hal tersebut, Pilar menjelaskan bukan hambatan selama peluang kerja dan manfaat ekonomi tetap terbuka bagi warga.
Di sisi lain, terdapat keluhan dari pelaku usaha terkait persoalan tunggakan cicilan kendaraan.
Menanggapi hal itu, Pilar menyatakan, akan menajamkan data dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk meminimalisir persoalan tersebut.
“Kita akan ajak Kejaksaan dan Kepolisian supaya tunggakan-tunggakan bisa diminimalisir. Kalau warga Tangsel tentu bisa kita lakukan pembinaan,” tegasnya.
Sementara itu, Humas Public Relations AISMOLI, Riniwaty Sinaga menegaskan, pihaknya berkepentingan mengakselerasi pertumbuhan sepeda motor listrik roda dua maupun roda tiga di Indonesia, terlebih setelah subsidi berakhir pada 2024.
“Sejak tidak adanya subsidi berakhir di 2024, kita harus punya inovasi-inovasi. Inovasi dari sisi pendekatan ke market-nya. Jadi enggak hanya murni retail, tapi kita B2B atau B2G, sehingga menjadi contoh,” ujarnya.
Menurut Riniwaty, pendekatan business to business (B2B) dan business to government (B2G) penting untuk menghadirkan bukti nyata di lapangan.
Dengan begitu, masyarakat memiliki pengalaman langsung dan kepercayaan untuk beralih ke motor listrik.
“Dengan kita mendorong pendekatan itu, orang melihat ada evidence, ada experience, akhirnya yang retail pun akan tergerak untuk bisa pindah. Dan yang pasti, transformasi ini tanpa adanya subsidi mau enggak mau kita dorong dengan inovasi di bisnis model,” jelasnya.
Riniwaty menambahkan, inovasi bisnis dapat berupa skema rent-to-own, cicilan fleksibel, hingga pembayaran harian guna mengurangi hambatan masyarakat untuk beralih dari motor konvensional.
Selain itu, AISMOLI juga berupaya membangun kepercayaan publik terhadap performa motor listrik. Salah satunya melalui ajang balap seperti drag race maupun road race. Pada 2024 lalu, AISMOLI bahkan telah menggelar EV Race di Sentul.
“Itu cara kita menyampaikan ke masyarakat bahwa motor listrik tetap andal, enggak ada bedanya. Memang dua tahun lalu ada sedikit perbedaan di sisi kecepatan dalam satu lap, tapi sekarang sudah kita catch up. Karena motor listrik itu elektronik, inovasinya lebih banyak dibanding ICE,” paparnya.
Riniwaty menegaskan, penerimaan masyarakat menjadi kunci utama. Karena itu, pembangunan infrastruktur, penyebaran bengkel, serta penguatan SDM harus berjalan beriringan.
Saat ini, AISMOLI telah mendorong kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian terkait agar kurikulum otomotif di SMK mulai memasukkan materi motor listrik.
“Harapannya, motor listrik bisa masuk kurikulum. Jadi SDM-nya siap, infrastrukturnya siap, dan masyarakat juga confidence untuk beralih,” pungkasnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”

































































