Bantul (MTs Negeri 6 Bantul) — MTs Negeri 6 Bantul terus menguatkan karakter religius peserta didik melalui berbagai program pembiasaan. Salah satu kegiatan yang kini menjadi perhatian adalah pembacaan Nadhom Asmaul Husna dan sholawat sebagai alternatif ibadah bagi siswi yang sedang berhalangan melaksanakan salat Dhuha di halaman madrasah pada Senin (18/11/2025).
Kebijakan ini lahir dari komitmen madrasah untuk memastikan seluruh peserta didik tetap dapat mengikuti kegiatan pembiasaan pagi secara proporsional sesuai kondisi masing-masing. Bagi siswi yang tidak memungkinkan melaksanakan salat Dhuha karena uzur, madrasah menyediakan ruang khusus untuk melantunkan Nadhom Asmaul Husna dan sholawat secara tertib dan khidmat.
Kepala MTs Negeri 6 Bantul, Sugiyono, dalam keterangannya, menyampaikan bahwa program ini bertujuan menjaga kesinambungan amaliyah harian siswa sekaligus menumbuhkan kecintaan pada nama-nama Allah dan Rasulullah. “Kami ingin seluruh peserta didik tetap mendapatkan suasana spiritual yang sama. Ketika sebagian bisa salat Dhuha, yang berhalangan tetap dapat mengisi waktu dengan dzikir dan sholawat. Ini bagian dari pendidikan karakter yang kami bangun,” ujar Sugiyono.
Menurut salah satu guru Pendidikan Agama Islam, Isti, program ini juga menjadi sarana pembelajaran akhlak dan pembiasaan zikir. “Mereka tidak hanya membaca, tetapi kami bimbing untuk memahami maknanya. Harapannya, nilai-nilai Asmaul Husna dapat tertanam dalam perilaku sehari-hari,” terangnya. Dengan adanya pembiasaan ini, MTs Negeri 6 Bantul berharap seluruh peserta didik senantiasa memiliki semangat religius yang menyeluruh, sekaligus menjadi teladan dalam menjaga adab dan akhlak mulia. Program ini dinilai sejalan dengan visi madrasah dalam membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, dan cinta pada ajaran Islam. (lay/put)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































